Pilpres 2014

Jika KPPS Terbukti Rusak Surat Suara, Bisa Dipenjara

Jika terbukti sengaja melakukan perusakan surat suara, para petugas KPPS di TPS 41 Kaliabang Tengah bisa dipenjara.

Jika KPPS Terbukti Rusak Surat Suara, Bisa Dipenjara
Warta Kota/Ichwan Chasani
Sejumlah warga antusias mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 41, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (14/7/2014). 

WARTA KOTA, BEKASI - Jika terbukti sengaja melakukan perusakan surat suara, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 41, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, terancam dipenjara.

Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Ismail mengatakan bahwa tujuh petugas KPPS itu diduga melanggar Pasal 234 UU 42/2008.

"Jika terbukti, pelaku terancam pidana penjara minimal 12 bulan, maksimal 36 bulan dan denda minimal 12 juta maksimal 36 juta," ujarnya, Senin (14/7/2014).

Ismail pun mengutip isi pasal tersebut yaitu bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan pasangan calon tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan suara pasangan calon tertentu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara minimal 12 bulan, maksimal 36 bulan dan denda minimal Rp 12 juta maksimal Rp 36 juta.

Ismail menambahkan bahwa karena kinerja Panwaslu dibatasi waktu hanya tiga hari untuk menyelesaikan kasus ini, maka Panwaslu hanya akan memanggil Ketua KPPS-nya saja.

"Kalau dari keterangan tersebut ternyata positif melanggar, penyidik kepolisian akan menindaklanjuti dengan memproses hukum ketujuh orang itu sesuai perannya," ujarnya.

Apabila dalam kurun waktu tiga hari belum tuntas penanganan kasus itu, lanjut Ismail, maka akan ditambah dua hari. "Di kepolisian, penyidik punya waktu 14 hari untuk memproses," ujarnya.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help