Pemulung Kayu Jalan Inspeksi BKB Bayar Rp 100.000 per Bulan

Para pemulung kayu yang tinggal di Jalan Inspeksi banjir kanal barat kerap membayar iuran kepada petugas kamtib.

Pemulung Kayu Jalan Inspeksi BKB Bayar Rp 100.000 per Bulan
Wahyu Tri Laksono
Para pemulung kayu yang tinggal di Jalan Inspeksi Banjir Kanal Barat kerap membayar iuran kepada petugas keamanan dan ketertiban. Besaran iuran tersebut sebanyak Rp 100.000. 

WARTA KOTA, GROGOL PETAMBURAN - Para pemulung kayu yang tinggal di Jalan Inspeksi Banjir Kanal Barat yang menghubungkan Jalan Latumenten menuju Jalan Jembatan Dua kerap membayar iuran kepada petugas keamanan dan ketertiban (kamtib). Besaran iuran tersebut sebanyak Rp 100.000.

Hal itu dikatakan Yanto (55), pemulung kayu yang tinggal di wilayah tersebut, menurutnya setiap bulan dirinya kerap membayar kepada petugas kamtib. "Saya suka bayar biasanya kalau sudah tanggal, petugas tersebut berkeliling minta iuran sebesar Rp 100.000," ungkap pria asal Palembang tersebut.

Yanto melanjutkan, iuran tersebut kata petugas kamtib untuk biaya kebersihan serta keamanan. "Kamtib sih bilang katanya buat kebersihan dan kemanan. Mereka biasanya datang dua orang, meminta uang tersebut," ucap pria yang tidak mengenakan baju itu.

Senada dikatakan Taslam (50), pemulung kayu asal Desa Walang Sanga, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah, dirinya juga dimintai petugas dan membayar sesuai dengan yang dikatakan Yanto. "Iya Rp 100.000 per bulan, biasanya petugas yang datang mungutin ke sini," ujar pria yang anak serta istrinya tinggal di kampung itu.

Pemulung kayu bergerobak itu berujar, selama ini tidak pernah ada larangan untuk tinggal dan membuat bangunan liar di lokasi tersebut. "Sudah sejak lama saya tinggal di sini. Bebas kok enggak ada larangan untuk tinggal serta membuat bangunan liar di sini," kata pria berbaju oranye tersebut.

Menanggapi hal itu, Camat Grogol Petamburan, Denny Ramdhany menegaskan, dirinya memang pernah mendengar terkait pungutan petugas Kamtib kelurahan. "Pernah ada pengakuan seperti itu. Namun, sejauh ini tidak bisa dibuktikan," ungkap Denny Ramdhany.

Tetapi, jika nantinya benar ditemukan oknum kelurahan yang memungut iuran akan ditindak tegas. "Jika benar ada, pasti akan saya tindaklanjuti, pastinya saya akan laporkan ke atasan mereka," tutur Denny Ramdhany.

Senada diungkapkan, Kasatpol PP Jakarta Barat, Kadiman Sitinjak. Ia pun mengaku akan menindaktegas oknum Kamtib yang berani mengambil pungutan di lokasi tersebut. "Tidak ada itu, kalau memang ada pun saya siap beri sanksi," ujar Kadiman. (Wahyu Tri Laksono)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved