WartaKota/

Perluas Jalur Lintasan, Lima Bangunan Terminal Lebak Bulus Dibongkar

Seharusnya terminal dalam kota Lebak Bulus hanya dijadikan perlintasan untuk menaik-turunkan penumpang

Perluas Jalur Lintasan, Lima Bangunan Terminal Lebak Bulus Dibongkar
Warta Kota/Dwi Rizki
Sejumlah anggota Satpol PP membongkar bangunan di Terminal Lebak Bulus, Rabu (25/6). 

WARTA KOTA, CILANDAK - Mengantisipasi agar proses pembangunan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) berjalan baik sekaligus tidak mengganggu operasional armada angkutan dalam kota, sejumlah bangunan Terminal Lebak Bulus dibongkar untuk menambah lintasan.

Langkah tersebut diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Anton Parura adalah upaya pihaknya untuk memberikan ruang lebih kepada angkutan dalam kota pasca ditutupnya sebanyak empat dari enam lajur yang tersedia beberapa waktu lalu.

"Kita akan perpanjang jalur untuk angkutan dalam kota mulai dari gerbang masuk stasiun sampai ke jalur keluar bus AKAP," jelasnya kepada Wartakotalive.com, Rabu (25/6).

Karena selain diyakininya dapat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Pasar Jumat yang berada persis di depan Terminal, perubahan desain lintasan tersebut pun dianggap salah satu cara mengkarantina area proyek dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Merunut hal tersebut, pihaknya telah memutuskan akan membongkar sebanyak lima buah bangunan terminal, antara lain, sebanyak tiga buah kios, sebuah wartel dan toilet umum.

"Bangunan-bangunan ini harus dibongkar lebih dulu karena menghalangi jalur tambahan. Jadi kapasitas angkutan umum yang masuk dapat terakomodir dan tidak menyebabkan macet, khususnya selama proses pembangunan berlangsung," jelasnya.

Lagipula, lanjutnya, seharusnya terminal dalam kota Lebak Bulus hanya dijadikan perlintasan untuk menaik-turunkan penumpang. Armada tidak diperkenankan untuk berhenti lama menunggu penumpang.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Rabu (25/6) terlihat sebuah buldozer digunakan untuk merobohkan bangunan di sepanjang jalur tambahan. Sementara itu, bermodalkan palu godam, linggis dan sekop, belasan petugas Satpol PP Jakarta Selatan pun dikerahkan untuk melucuti dan mengumpulkan puing-puing reruntuhan untuk ditempatkan pada sebuah truk pengangkut milik Dinas Kebersihan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help