Properti

Cari Keadilan, Seorang Pengusaha Mengadu ke Kompolnas

Rita meminta kepada Mabes Polri melalui Kompolnas untuk melakukan penyidikan dan gelar perkara kembali atas kasus lelang properti

Cari Keadilan, Seorang Pengusaha Mengadu ke Kompolnas
Warta Kota/Dwi Rizki
Rita Kishore Kumar Pridhnani mengadu ke Kompolnas. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Merasa keadilan tidak berpihak, Rita Kishore Kumar Pridhnani, seorang pengusaha melaporkan kasus pidana yang memberatkannya kepada Komisi Kepolisian Nasional, Senin (23/6). Dirinya meminta kepada Mabes Polri melalui Kompolnas untuk melakukan penyidikan dan gelar perkara kembali atas kasus lelang properti terkait polemik dengan Bank Of India beberapa waktu lalu.

Terlihat lesu dan muram, Rita yang datang bersama sang suami dan kuasa hukumnya, Jacob Antolis ke gedung Kompolnas menceritakan duduk perkara yang dialaminya sejak tahun 2011 silam. Kegagalan pembayaran kredit membuatnya harus membayar sejumlah hutang pada Bank Swadesi yang kini berubah nama menjadi Bank of India melalui proses lelang.

Namun tidak nyana, lelang properti yakni sebidang tanah dengan bangunan seluas 1520 meter per segi yang ditaksirnya senilai Rp 25 miliar hanya terjual sebesar Rp 6,3 miliar. Tak ayal jumlah utangnya yang mencapai sekira Rp 10 miliar belum dapat dilunasinya dan masih tersisa sebesar Rp 3,7 miliar.

"Kami menduga ada kecurangan saat lelang, selain itu nilai apresial (taksiran-red) tidak sesuai dengan harga jual pasar sehingga nilai lelang sangat rendah," jelasnya kepada Warta Kota di Kompolnas, Senin (23/6).

Merunut hal tersebut dirinya pun melaporkan peristiwa tersebut ke Direskrimum Polda Bali dengan nomor laporan LP/233/ VI/ 2011/ Bali/Dit Reskrim dan menetapkan Ningsih Suciati selaku Direktur Utama PT Bank of India sebagai tersangka tertanggal 15 Desember 2012 silam.

"Tapi yang menjadi kejanggalan adalah Ditreskrimum Polda Bali menurunkan status tersangka menjadi terlapor dengan mengeluarkan SP2HP tertanggal 13 Januari 2014 dan menghentikan penyidikan karena dinilai kasus tidak cukup bukti," tambah Jacob menambahkan.

Atas dasar tersebut pihaknya pun meminta bantuan Kompolnas untuk memberikan perlindungan hukum dan meminta kepada Mabes Polri melanjutkan proses penyidikan atas pendalaman kasus lelang eksekusi oleh Bank Of India dan memeriksa Ningsih Suciati selaku tersangka untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi.

"Saya curiga ini kasusnya dibelokkan, sementara yang ditangani kasusnya lain. Jadi bukan yang dilaporkan yang diselidiki," tambahnya.

Sementara itu, Anggota Kompolnas, Edy Hasibuan menegaskan, pihaknya sangat apresiasi pengaduan masyarakat atas kasus tersebut dan akan segera ditindaklanjuti. Selain itu, dikatakannya kalau pihaknya juga akan koordinasi dengan pihak Irwasum juga Propam Mabes untuk segera mengecek kasusnya.

"Kita akan segera cek kasusnya. Apabila cukup bukti maka kasusnya akan dilanjutkan sampai ke pengadilan. Supaya ada kepastian hukum," jelasnya singkat.

Tags
Kompolnas
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help