Bus Transjakarta Amari Beroperasi Setengah Jam Sekali

Pemprov DKI Jakarta akan meminta PT Transjakarta untuk menambah jumlah bus agar operasi bus itu bisa beroperasi setiap setengah jam.

Bus Transjakarta Amari Beroperasi Setengah Jam Sekali
KOMPAS / IWAN SETIYAWAN
Bus Transjakarta dipenuhi penumpang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA - Mulai beroperasinya bus Transjakarta untuk angkutan malam hari (amari) pada 1 Juni 2014 pada tiga koridor setiap hari pada pukul 23.00 sampai 05.00 menambah pelayanan terhadap masyarakat. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meminta PT Transjakarta untuk menambah jumlah bus agar operasi bus itu bisa beroperasi setiap setengah jam.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa penerapan sistem bus Transjakarta amari merupakan target Pemprov DKI sudah lama. Namun, karena pengadaan ratusan bus transjakarta sedang bermasalah dan kasusnya ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Jalan aja, memang itu target udah lama. Cuma sayang itu pembelian bus nya yang bermasalah, tapi ngga apa-apa. Kita akan percepat dengan sistem operator yang kerja. (Mekanismenya) Jalan aja. Cuma dia ngga bisa tiap 7 menit, jadi nanti mekanisme kita suruh PT Transportasi Jakarta menyiapkan. Sebetulnya itu mereka standar operasi minimum tiap 7 menit atau 10 menit ada bus, kalau malam tiap setengah jam," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/6).

Dia mencontohkan dengan mekanisme tersebut maka harga tiket akan bertambah menjadi Rp 7.500. Namun, karena kebutuhan masyarakat hanya bisa membayar tiket Rp 3.500. Sehingga, Pemprov DKI akan memberikan Public Service Obligasi (PSO) kepada masyarakat.

"Jadi berarti ada uang yang cukup dibayar dari publik nanti itu kita yang bayarkan. Nanti Dishub tahun depan akan menganggarkan uang ini membayar kepada Transportasi Jakarta. Sehingga, Transportasi Jakarta kerja sama dengan swasta dan diharapkan dengan cara seperti itu mudah-mudahan paling lambat 2016 seluruh angkutan umum di Jakarta sudah ga ngetem, karena sudah dibayar berapa rupiah per kilometer. Konsepnya kayak gitu, jadi lebih gampang," katanya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved