Ujian Nasional

Jelang UN SMP, Soal UN Mulai Didistribusikan

Menjelang UN tingkat SMP dan sederajat, Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Selatan sudah mulai mendistribusikan soal-soal ke sekolah.

Jelang UN SMP, Soal UN Mulai Didistribusikan
Tribun Timor
Ilustrasi : Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Djabbar (kanan) memeriksa kardus soal Ujian Nasional (UN) di gudang penyimpanan di Jalan Parumpa Daya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/4/2014) 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Menjelang Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan sederajat yang jatuh pada hari Senin (5/5/2014), Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Selatan sudah mulai mendistribusikan soal-soal ujian ke sekolah menurut rayon dan subrayon.

Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan, Murhanudin mengatakan, pendistribusian soal UN yang semula dipusatkan di SMP N 19 kini sudah didistribusikan ke lima subrayon yang ada di Jakarta Selatan, yakni SMP N 161 Kebayoran Lama, SMP N 19 Kebayoran Baru, SMP N 41 Pasar Minggu, SMP N 73 Tebet, dan MTS N 3 Pondok Pinang.

"Jadi besok (Minggu) baru akan didistribusi ke sekolah-sekolah penyelenggara UN, saya pikir dalam waktu satu hari sudah cukup untuk mendistribusikan soal-soal ke sekolah per wilayah," kata Murhanudin kepada Warta Kota, Sabtu (3/5/2014).

Selain itu, dijelaskannya, pihaknya tidak hanya mempersiapkan soal ujian kepada siswa umum saja, tetapi pihaknya juga sudah melakukan simulasi terkait tatacara pelaksanaan UN bagi siswa luar biasa maupun inklusi atau keterbutuhan khusus.

"Jumlah siswa secara keseluruhan yang ikut UN SMP besok (Senin, 05/05/2014) ada sebanyak 31.855 orang siswa, 55 orang siswa luar biasa dan tiga orang siswa inklusi," kata Murhanudin.

Lebih lanjut diungkapkannya kalau sebanyak 55 orang siswa luar biasa tersebut berasal dari sebanyak 20 Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Jakarta Selatan. Sementara itu. Sebanyak tiga orang siswa inklusi berasal dari SMP N 226 dan SMP N 240.

"Secara keseluruhan siswa dari SLB menderita tuna grahita atau autis, sedangkan siswa inklusi menderita tuna rungu dan tuna netra. Mengenai siswa yang menderita tuna netra kami sudah persiapkan soal dengan huruf braille dan guru pendampingnya," kata Murhanudin.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved