Ini Dia Konsultasi Kesehatan Lewat Ponsel

Tujuan aplikasi itu untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi dan berkomunikasi dengan dokter.

Ini Dia Konsultasi Kesehatan Lewat Ponsel
hello.do
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -  Ikatan Dokter Indonesia meluncurkan aplikasi layanan kesehatan berbasis telepon seluler. Tujuan aplikasi itu untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi dan berkomunikasi dengan dokter.

”Keuntungan aplikasi ini, masyarakat bisa mendapat saran dan bimbingan kesehatan dari dokter, kapan pun dan di mana pun,” ujar Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin, di Jakarta, Selasa (29/4).

Aplikasi bernama Hello Doctor itu merupakan layanan kesehatan berbasis daring (online) berisi bimbingan dan saran medis dokter. Tahun 2013, aplikasi itu diluncurkan pertama kali di Afrika Selatan. Untuk menggunakannya, peminat harus mengunduh Hello Doctor di toko aplikasi sistem operasi, seperti Play Store untuk telepon seluler (ponsel) Android atau App Store bagi pengguna iPhone.

Setelah itu, ada ongkos berlangganan berjangka harian, mingguan, dan bulanan. Melalui aplikasi itu, pelanggan dan dokter dapat berkomunikasi dengan pesan singkat dan telepon. Pengguna bisa pula berinteraksi ketika dokter memberikan penyuluhan kesehatan di aplikasi itu.

Direktur Global Hello Doctor Michael Mol menyatakan, aplikasi ini untuk membantu mencegah kehadiran berbagai penyakit, terutama penyakit tidak menular akibat gaya hidup tak sehat, seperti jantung dan diabetes.

”Layanan konsultasi kesehatan yang mudah, terjangkau, dan cepat jadi asas kerja aplikasi ini. Akses dokter 24 jam juga memudahkan publik,” ujar Mol.

Untuk itu, IDI menyiapkan sekitar 100 dokter umum yang menghubungi atau membalas pesan singkat masyarakat. Tugas dokter memberi saran. Jika butuh obat dan pelayanan mendadak, dokter akan menganjurkan masyarakat menuju pusat layanan kesehatan.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyambut baik kehadiran aplikasi Hello Doctor itu. Namun, ia mengingatkan agar IDI konsisten dengan pelayanan seperti itu. ”Selama ini, pelayanan kesehatan berbasis mobile hanya meriah di awalnya saja,” kata Nafsiah Mboi. Ia menyarankan IDI untuk menyiapkan program berkelanjutan dan evaluasi yang konsisten. (A07)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved