Home »

News

Bocah TK Disodomi

Dampak Anal Sex Bisa Sebabkan Kanker Anus

Korban sodomi selain akan mengalami guncangan psikis, kondisi fisik juga akan berisiko terjadinya berbagai penyakit.

Dampak Anal Sex Bisa Sebabkan Kanker Anus
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Korban sodomi selain akan mengalami guncangan psikis, kondisi fisik juga akan berisiko terjadinya berbagai penyakit.

Dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam mengatakan, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar. Anus berperan sebagai tempat lewatnya feses atau kotoran.

"Sehingga jelas bahwa anus bisa menjadi sumber infeksi," katanya kepada Warta Kota, Sabtu (19\4). Karena anus atau dubur tidak siap untuk menerima masuknya benda dari luar,  jika kemudian ada benda yang masuk, apalagi dilakukan secara dipaksa dan tanpa diberikan lubricant (pelumas), akan menyebabkan dinding anus dan bagian poros usus (rektum) rentan untuk luka. Kondisi luka tersebut akan memudahkan tertularnya berbagai infeksi dari partner yang melakukan sex anal. Risiko terjadi luka akan bertambah banyak jika proses anal sex dilakukan secara dipaksa.

Berbagai penyakit infeksi karena hubungan seksual (sexually transmitted disease/STD) mudah ditularkan melalui hubungan anal sex ini. Berbagai penyakit STD tersebut antara lain: HIV, Herpez simplex, hepatitis B, hepatitis C dan human papiloma virus (HPV).  

Selain itu infeksi bakteri yang bisa terjadi antara lain gonorea, khlamidia, syphilis dan shigelosis. Pasien dengan infeksi bakteri ini bisa saja mengalami diare yang berdarah dan berlendir, mengalami luka-luka terinfeksi bahkan timbul bisul dan radang di seputar bubur dan poros usus (rektum). Timbul nyeri,  dan nyeri bertambah saat buang air besar.

Akibat yang paling berbahaya dari anal sex ini adalah terjadi kanker anus. Risiko terjadi kanker sama pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Risiko terjadinya kanker anus lebih tinggi pada orang dibawah umur 30 tahun. "Sejauh ini saya beberapa kali mendapat kasus kanker anus berumur dibawah 30 tahun dan berhubungan dengan riwayat sex anal," kata dokter dari RSCM dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Umumnya mereka melakukan sex anal dari partnernya. "Dari beberapa literatur yang saya baca, kebiasaan anal sex dilakukan biasanya terinpirasi setelah menonton film porno. Dengan kemudahan mendapatkan film porno melalui internet kebiasaan anal sex ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu," kata dokter Ari.

Ia mengatakan, anal sex baik dilakukan secara  terpaksa atau maupun suka sama suka, merupakan tindakan seksual berisiko tinggi untuk terjadinya berbagai infeksi. Baik virus maupun bakteri dan perlukaan pada anus dan organ sekitarnya termasuk kanker anus.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help