KPP Bekasi Utara Langsung Ditinggalkan Warga

KPP Pratama Bekasi Utara langsung sepi. Warga kecewa lantaran terjadi gangguan koneksi pelayanan. Rabu (23/4/2014)

KPP Bekasi Utara Langsung Ditinggalkan Warga
Panji Baskhara Ramadhan
KPP Pratama Bekasi Utara langsung sepi karena ada gangguan jaringan di pelayanan, Rabu (23/4/2014) 

WARTA KOTA, BEKASI - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bekasi Utara, sontak sepi, Rabu (23/4/2014) pukul 08.30. Lantaran beberapa warga yang mendaftar kecewa terkait koneksi jaringan pelayanan mengalami gangguan, belum kunjung normal.

Wajar, mimik beberapa warga Bekasi yang ingin mengurus pajak di kantor pelayanan pajak tersebut terlihat kecewa serta emosi. Mau tidak mau, mereka harus mengurungkan niatnya untuk mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta pajak umum lainnya.

Pantauan Wartakotalive, sekitar pukul 06.00, ruangan pelayanan sudah penuh para pendaftar. Selain itu, sampai saat ini tujuh loket yang disediakan untuk melayani warga, masih terpantau kosong. Awalnya, di loket satu sudah terisi operator, kini sudah tidak ada lagi.

Hampir 20 menitan lebih jaringan terganggu. Puluhan pendaftar yang masih bertahan di ruangan, harap-harap cemas menunggu koneksi di kantor tersebut normal kembali.

Fajar (26), pegawai outsorching yang mendapat nomor antrian ke satu, lebih memilih pulang dibanding menunggu jaringan normal kembali. "Mendingan pulang deh pak, ini sih lama," ujarnya kecewa.

Terlihat beberapa pendaftar bertanya-tanya ke security kantor pajak tersebut, mengapa jaringan pelayanan belum kunjung normal.

"Pak ini kok bisa lama begini sih. Bagaimana deh. Ini kan kantor pelayanan untuk warga, harusnya standby siap siaga kalo memang sering terjadi seperti ini," ujar pendaftar yang ngotot ingin buru-buru mengurus NPWP ini. Security tersebut terlihat kebingungan menjawab pertanyaan para pendaftar.

Sampai berita ini diturunkan, kondisi masih dalam keadaan sama. Koneksi jakringan kantor pelayanan pajak warga Bekasi tersebut belum kunjung normal. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help