Keamanan Bandara

454 Pegawai Bandara Soekarno-Hatta Mendadak Dites Urine

Sebanyak 454 pegawai keamanan di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta menjalani pemeriksaan urine.

454 Pegawai Bandara Soekarno-Hatta Mendadak Dites Urine
Kompas.com
Ilustrasi : Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. 

WARTA KOTA, BANTEN - Sebanyak 454 pegawai keamanan di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjalani pemeriksaan urine.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi di Tangerang, Kamis (17/4/2014), mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya PT Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah adanya keterlibatan petugas keamanan "bermain" dengan pemasok narkoba.

"Ini adalah upaya kami untuk mendapatkan hasil maksimal dari pemeriksaan urine. Ini hasil koordinasi dengan pimpinan ke BNN," ujar Bram.

Ia mengatakan, pemeriksaan urine tersebut dilakukan secara mendadak tanpa diketahui pegawai, sehingga dipastikan tidak bocor.

Adapun fokus pihak PT Angkasa Pura II adalah pegawai yang bertanggung jawab penuh terhadap keamanan melalui jalur - jalur yang dianggap rawan akan penyelundupan narkotika dan sejenisnya (narkoba).

"Semua yang kita periksa petugas keamanan di Terminal 1, 2 , 3 dan kargo. Tak hanya itu petugas yang ada di perimeter, anggota PKP-PK (pertolongan kecelakaan penerbangan pemadaman kebakaran) juga ikut diperiksa," kata Bram.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, lanjutnya, akan ditindaklanjuti bila nantinya ada yang postif menggunakan zat adiktif. Pihaknya tidak akan sungkan untuk menjatuhkan sanksi paling berat berupa pemecatan.

"Ya, kami harus lakukan sanksi tersebut, karena kita ingin bandara ini bersih, kalau di dalamnya tidak bersih bagaimana kita bisa bereskan ini. Jika memang tidak ada, ya berarti kita bisa maksimal memberikan pelayanan terbaik, ini berkaitan juga kan dengan pelayanan," ujar Bram.

Meski telah diperiksa, Bram berjanji akan melakukan pemeriksaan terus menerus dengan waktu yang tidak diduga-duga dan sistemnya secara acak.

"Terutama yang dicurigai, karena kan kami kan selama ini juga menangkap situasi dan mendengar informasi. Karena memang tidak menutup kemungkinan petugas juga terlibat dalam suap dari penyelundup obat terlarang," kata Bram Bharoto Tjiptadi. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved