Minggu, 21 Desember 2014
Wartakota

Bocah Belanda Korban Sodomi Tak Mau Sekolah di JIS Pondok Indah Lagi

Selasa, 15 April 2014 01:24 WIB
Bocah Belanda Korban Sodomi Tak Mau Sekolah di JIS Pondok Indah Lagi
citelighter.com
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak (child sexual abuse) 

WARTA KOTA, SEMANGGI— TW (40), ibunda AK (6) bocah keturunan Belanda korban sodomi  petugas kebersihan di sekolahnya di Jakarta International School (JIS), Pondok Indah, Jakarta Selatan, memastikan anaknya tak akan melanjutkan sekolah di tempat itu lagi.

AK duduk di bangku TK atau Kindergarten di JIS Pondok Indah. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan suami istri TW dan DK (33). TW merupakan perempuan Indonesia asal Surabaya, sementara DK adalah pria warga negara Belanda yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Keluarga mereka tinggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Tak mungkin anak saya sekolah di JIS Pondok Indah lagi. Dia sangat trauma dengan sekolah itu dan suasananya," kata TW. Menurut TW, saat ini anaknya AK belum keluar dari JIS Pondok Indah. "Keluar dari sekolah sih belum. Tapi anaknya memang tidak mau ke sekolah itu. Dia ketakutan kalau harus ke sana," ujar TW.

TW mengatakan dari penjelasan psikolog dan psikiater yang menangani AK, agar ia meninggalkan lingkungan dan suasana sekolah yang dipastikan akan kembali membangkitkan traumanya. "Psikolog dan psikiaterna meminta supaya jangan ke sekolah itu lagi," ujar TW. Karenanya TW mengaku akan mencari sekolah baru untuk anaknya AK.

"Pasti dia akan saya pindahkan ke sekolah lain. Saat ini biar anak saya di rumah dulu, sampai kondisinya agak baik," ujar TW. TW mengaku mengutuk keras perbuatan pelaku.

Seperti diketahui, AK, bocah laki-laki keturunan Belanda menjadi korban kekerasan seksual berupa sodomi oleh para petugas kebersihan di sekolahnya di Jakarta International School (JIS), Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peristiwa itu dialami AK di toilet sekolah dan dilakukan berkali-kali sejak Februari sampai Maret 2014 lalu. Dari pengakuan AK kepada  TW, pelaku pelecehan seksual dipastikan lebih dari dua orang dan bahkan sangat mungkin lebih dari 5 atau 6 orang.

Akibat hal ini, AK yang duduk di bangku TK atau Kindergarten di JIS Pondok Indah, mengalami trauma psikis yang mendalam serta kesakitan fisik yang menyedihkan hingga saat ini. Anusnya yang sempat bengkak lalu berdarah dan bernanah, masih dalam kondisi pemulihan. AK juga tertular penyakit herpes di area perut hingga kelaminnya. 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas