Warga Rawa Buaya Tiga Hari Tidak Mandi Karena Air Palyja Mati

Sebagian wilayah Kampung Bojong, Cengkareng, Jakarta Barat kesal lantaran air Palyja di pemukiman mereka mati sejak tiga hari lalu.

Warga Rawa Buaya Tiga Hari Tidak Mandi Karena Air Palyja Mati
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Ilustrasi palyja 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Sebagian wilayah Kampung Bojong, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat kesal lantaran air Palyja di pemukiman mereka mati sejak tiga hari lalu.

Ratusan rumah yang mengalami mati air pam merata di RT02,05,08 dan 10 yang berada di wilayah RW 04.

Ida (40), warga RT08 mengungkapkan, air dari Palyja sudah tidak mengalir sejak minggu malam.

"Kami para warga sampai tidak bisa mandi tiga hari ini. Tanya saja sama warga lain, mereka tidak ada yang mandi," katanya ketika Warta Kota berkunjung ke rumahnya, Selasa (8/4) sore.

Kata Ida, warga yang memiliki sumur pompa bernasib sedikit lebih beruntung. "Tapi yang punya sumur itu jumlahnya sangat sedikit. Warga yang lain pada nggak punya," katanya.
Kekecewaan juga dirasakan warga lainnya, Dwi Angggraeni (39). Semenjak Senin, ia kesulitan mencari air untuk mandi. "Saya dan keluarganya sampai sekarang tidak mandi."

Akibatnya, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon untuk keperluan memasak dan mencuci. "Sehari buat minum dan masak saja bisa habis satu galon air. Itu juga makainya sudah sangat irit," kata Saidah (38).

"Saya juga nggak mandi-mandi ini. Sampai suami suami saya ogah meluk saya. Makanya kami minta agar airnya cepat nyala," imbuhnya.

Kepala Humas Palyja Meyritha Maryanie membenarkan sejak minggu malam pasokan air ke beberapa wilayah di Jakarta terganggu lantaran fasilitas produksi di Tirta Cisadane terendam sejak Sabtu 5 April sehingga IPA Cisadane berhenti beroperasi pukul pada Minggu dan menyebabkan pasokan air curah olahan dari Tangerang ke Palyja terhenti.

"Jadi itu kita beli air curah dari Tangerang. Sejak instalasi di sana tidak beroperasi, pasokan ke beberapa wilayah terhenti."

Suplai air terhenti akibat gangguan itu terjadi di wilayah Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Jelambar Baru, Kalideres, Kapuk, Kapuk Muara, Kebon Jeruk, Kedaung Kali Angke, Kedoya Utara, Kelapa Dua, Kembangan Selatan (Moneter, Puri Indah, Rawa Buaya), Kembangan Utara (Taman Kota, Rawa buaya, Permata Buana), Meruya Selatan, Meruya Utara, Pegadungan (Cengkareng Barat), Pegadungan (Kalideres), Pejagalan, Rawa Buaya, Semanan, Srengseng, Tegal Alur, Wijaya Kusuma.    

"Dan pada hari Senin pasokan air sudah kembali normal," katanya.

Terkait keluhan warga di Kampung Bojong yang airnya belum menyala hingga Selasa petang, Meyritha mengaku belum ada laporan yang masuk kepadanya. "Biasanya kalau ada gangguan laporannya masuk di call center, tapi ini tidak ada,"katanya.

Beberapa kemungkinan kata Meyritha bisa terjadi terkait belum normalnya pasokan air di kawasan Kampung Bojong. "Pada saat pasokan air kembali lancar kita lakukan flashing atau penggelontoran. Sebab, saat air mati akibat gangguan, kita tutup sementara pipanya, agar menghindari kotoran masuk. Bisa jadi pipa yang memasok ke kawasan Bojong belum dibuka," katanya.

Meyritha berjanji akan segera mengirim teknisi untuk melakukan pengecekan pipa di daerah tersebut. "Kami akan segera ke lapangan untuk tahu masalah sesungguhnya," katanya.

Di kesempatan sama, Meyritha mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada gangguan terkait pasokan air ke Call Center Palyja di nomor telepon: (021) 2997-9999. Layanan ini tersedia selama 24 jam setiap hari dan 7 hari dalam seminggu atau melalui email:palyja.care@palyja.co.id

 serta layanan SMS: 0816-725952

"Silahkan kalau ada keluhan bisa laporkan ke call center supaya bisa lekas ditangani," ungkap Meyritha.
Tags
air bersih
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved