Cegah Malaria Cukup Sederhana

Seperti diketahui dua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh nyamuk namun jenis berbeda.

Cegah Malaria Cukup Sederhana
Warta Kota
Pekerja sedang melakukan pengasapan (Fogging) untuk memberantas nyamuk di Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (25/8/2013). Pengasapan tersebut untuk mencegah timbulnya nyamuk demam berdarah. (WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha) 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Yudhita Endah Primaningtyas, menjelaskan pencegahan penyakit malaria sebenarnya cukup sederhana dan tidak serumit penyakit demam berdarah denque. Seperti diketahui dua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh nyamuk namun jenis berbeda.

DBD oleh nyamuk aedes aegypty dan malaria oleh nyamuk anopheles. Menurutnya karena nyamuk Anopheles pembawa malaria, aktif pada malam hari, maka pencegahannya adalah dengan menggunakan obat nyamuk atau menyemprotkan pembasmi nyamuk pada malam hari.

Penyemprotan obat serangga juga bisa dilakukan ditempat yang bisa dihinggapi jentik nyamuk yakni tempat lembab dan air kotor atau keruh tergenang. "Karenanya jangan sampai ada air tergenang di dalam rumah yang bisa dipakai untuk hinggapnya dan berkembang biaknya nyamuk ini," ujarnya.

Nyamuk anopheles, katanya menggigit mulai senja sampai subuh. Anopheles, katanya, bisa hinggap atau beristirahat di dinding, satu meter di atas tanah, dan biasanya lebih suka dinding papan atau bambu.

Ia menuturkan setelah 10 sampai 15 hari digigit nyamuk ini, maka gejala malaria akan mulai timbul. Yakni demam tinggi dengan suhu 100.4 F atau 38 derajat celsius ke atas; lalu mendadak muntah-muntah; suka berkeringat dan badan menggigil serta nyeri otot pada bagian tubuh tertentu yang disertai sakit kepala.

"Jika memiliki salah satu dari gejala di atas, supaya lekas ke dokter atau ke puskesmas. Jika sudah didagnosa malaria sejak dini maka dokter akan kasih obat khusus yang efektif," katanya.

Menurutnya jika malaria belum parah dan cepat terdeteksi lalu diberi obat, maka kesembuhan akan berlangsung cepat. Namun jika sudah parah, sangat mungkin penderitanya dirawat inap di rumah sakit dan menjalani pengobatan cukup panjang untuk pemulihannya.

"Kami akan galakkan pengetahuan tentang malaria ini agar Jakarta Timur terbebas dari Malaria di tahun mendatang. Pola hidup bersih adalah kunci utamanya," paparnya.

Tags
malaria
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved