Penderita Malaria Di Jakarta Timur Meningkat

Jumlah penderita malaria di Jakarta Timur sejak tahun 2011 sampai 2013 diketahui meningkat cukup tinggi.

Penderita Malaria Di Jakarta Timur Meningkat
Tribunnews.com
Pengasapan untuk mencegah malaria dan demam berdarah. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Jumlah penderita malaria di Jakarta Timur sejak tahun 2011 sampai 2013 diketahui meningkat cukup tinggi. Karenanya, Pemkot Administrasi Jakarta Timur menggalakkan untuk memerangi penyakit malaria dengan memberantas nyamuk anopheles pembawa penyakit ini.

Wali Kota Jakarta Timur, Krisdianto, menjelaskan dari catatan Sudin Kesehatan Jakarta Timur, sejak tahun 2011 sampai 2013 lalu, di wilayah Jakarta Timur jumlah penderita malaria mengalami kenaikan. Pada tahun 2011, katanya ditemukan ada 4 kasus malaria, lalu di tahun 2012 ada 17 kasus serta di tahun 2013 ada 28 kasus.

"Pada tahun 2014 ini, sampai bulan Maret tercatat sudah ada 2 warga Jakarta Timur yang terdeteksi terkena panyakit malaria. Saya berharap, jumlah tersebut tidak bertambah lagi dengan adanya antisipasi dan kepedulian semua pihak," kata Krisdianto saat menerima kunjungan Tim penilai Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan RI, di Ruang Rapat Khusus Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (19/3/2014).

Karenanya Krisdianto mengajak seluruh masyarakat di Jakarta Timur untuk memerangi penyakit malaria. Dia optimis, Jakarta Timur dapat mencapai tahap eliminasi atau bebas dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut pada tahun mendatang atau setidaknya di tahun 2014 ini hanya ada dua kasus saja seperti yang sudah tercatat.

"Dengan upaya bersama dari masyarakat dan unit terkait, jumlah penderita penyakit malaria pada tahun 2014 saya harapkan dapat ditekan," katanya.

Krisdianto mengungkapkan, kasus malaria yang ditemukan di wilayah Jakarta Timur tersebut umumnya merupakan kasus dari luar. Sebagian besar, tambahnya, penderita terjangkit pada anggota TNI yang kembali ke Jakarta Timur setelah selesai bertugas di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua.

"Korban terkena penyakit malaria dari luar wilayah Jakarta Timur," ujarnya. Walaupun sebagain besar kasus yang terjadi, berasal dari luar wilayah Jakarta Timur, namun Wali Kota berharap, perang terhadap malaria harus tetap dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lintas sektoral dan partisipasi masyarakat.

Hal ini seperti yang dilakukan saat mengatasi masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sama-sama penyebarannya dilakukan oleh nyamuk. Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masing-masing rumah tangga harus terus disosialisasikan.

"Kerja bakti membersihkan lingkungan, lewat cara aksi pemberantasan sarang nyamuk ke rumah-rumah merupakan metode yang telah teruji," ujarnya.

Tags
malaria
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved