Dimanakah Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia? Ini Jawabannya

Tahukah anda bahwa Stasiun Samarang merupakan stasiun kereta api pertama di Indonesia? Stasiun itu dibangung paa 1864.

Dimanakah Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia? Ini Jawabannya
Kompas.com
Tjahjono Rahardjo, dosen Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, yang juga anggota komunitas pencinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society Korwil Semarang, Kamis (20/2/2014), menunjukkan konsol besi yang merupakan jejak Stasiun Samarang. Stasiun yang dibangun pada 1864 itu adalah stasiun kereta api pertama di Indonesia.

WARTA KOTA, JAKARTA - DUA hari tanpa hujan, Jalan Ronggowarsito menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (20/2/2014), masih tergenang. Tak lama menyusuri, tibalah di mulut Gang Spoorland I, gerbang bangunan Stasiun Samarang, stasiun pertama yang dibangun pada 1864.

Saya tahu bangunan Stasiun Samarang yang pertama ini dari buku. Saya punya buku itu tahun 1960-an waktu bekerja di Stasiun Semarang Gudang, tetapi buku itu dipinjam teman dan tak dikembalikan,” kata Ramelan (80), warga Asrama Spoorland RT 002 RW 003 Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Jawa Tengah. Dulu, ia teknisi gerbong kayu di sana.

Asrama Spoorland adalah sisa bangunan Stasiun Samarang sayap selatan. Sayap utara dan barat hilang tak berbekas. Bangunan itu tak jauh dari Stasiun Semarang Gudang.

Semula bangunan Stasiun Samarang berbentuk ”U” terbuka ke arah timur, mengarah ke rangkaian jalur rel. Jalur rel pertama dibangun tahun 1864-1867 sepanjang 25 kilometer menghubungkan Stasiun Samarang hingga Stasiun Tangoeng, yang sekarang ditulis Tanggung, di Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jateng.

Pada buku berbahasa Belanda, Spoorwegstations op Java, karya Michiel van Ballegoijen de Jong (Amsterdam, 1993), dipampang foto Stasiun Samarang, utuh dari sisi timur dan barat. Megah. Foto diambil saat pembukaan stasiun tahun 1867. Kondisinya tak jauh beda dengan Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Jakarta Kota yang masih tegak berdiri.

Kini, ejaan kata ”Samarang” pada Stasiun Samarang berubah menjadi Semarang. Stasiun ini dibangun perusahaan swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Pada perkembangannya, NIS tumbuh menjadi maskapai kereta api terbesar di antara 18 maskapai yang pernah mengoperasikan jalur rel di Indonesia.

Ramelan menetap di Asrama Spoorland sejak tahun 1950-an. Istilah spoorland atau spoorlaan kira-kira berarti ’jalan sepur’.

Tahun 2009, Ramelan menjadi penunjuk keberadaan Stasiun Samarang bagi Deddy Herlambang, Tjahjono Rahardjo, dan Karyadi Baskoro. Ketiganya penggiat pada pencinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Semarang yang mengemban misi konservasi peninggalan penting sejarah perkeretaapian.

Hampir sulit dipercaya ketika Tjahjono pada Kamis pagi itu mengatakan, ”Di sini dulu letak tulisan Samarang.”

Halaman
123
Ikuti kami di
Tags
stasiun
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help