Home »

News

» Jakarta

Pencurian

Bandit Gasak Kain Rp 1 Miliar Ditembak Polisi Polda Metro

Tiga pelaku pencurian isi kontainer berupa kain poplin dan kain katun senilai Rp 1 miliar dibekuk, dua di antaranya ditembak.

Bandit Gasak Kain Rp 1 Miliar Ditembak Polisi Polda Metro
Wartakotalive.com/Budi Samlaw Malau
Tiga pelaku pencurian kain satu kontainer saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/2/2014). 

WARTA KOTA, SEMANGGI— Tiga pelaku pencurian isi kontainer berupa kain poplin dan kain katun senilai Rp 1 miliar dibekuk aparat Suddit Resmob Polda Metro Jaya. Mereka disergap di rumah kontrakan  masing-masing di Petukangan, Jakarta Selatan, dan  Bitung, Tangerang, 15 Februari 2014.

Ketiga penjahat jalanan itu  adalah Azis Rohman (44), Syaiful Al Bantani alias Ipul (41), dan Mohamad Ali (30). Azis dan Ipul ditembak  kakinya karena mencoba kabur saat akan dibekuk.

Kanit V Resmob Polda Metro Jaya, AKP Handik Zusen, Selasa (25/2/2014) menuturkan, Azis berperan sebagai sopir kontainer freelance yang seharusnya bertugas mengantarkan 21 karton kain poplin dan 1789 karton kain katun 100 persen dari pabrik kain yakni PT Tokai Texprint Indonesia di Bekasi ke Pelabuhan Tanjungpriok, pada 16 Desember 2013.

"Kain-kain itu seharusnya diekspor ke Jepang melalui Tanjungpriok," kata Handik. Namun, kata Handik, oleh Azis, kontainer berisi kain tersebut justru dibelokkan ke penampungan lapak besi tua di Karawaci, Tangerang. Penampungan ini sudah disiapkan oleh dua rekannya yakni Ipul dan Ali. "Di sana mereka menjual isi kontainer berisi kain itu ke Qodri, sang pemilik lapak besi tua, seharga Rp 75 Juta," ujar Handik. Nilai kain di kontainer itu sekitar Rp 1 miliar.

Menurut Handik, uang Rp 75 juta  itu dibagi rata oleh Azis, Ipul, dan Ali. Setelah itu, katanya, kontainer kosong ditinggalkan begitu saja oleh mereka di kawasan Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Ia menuturkan, pihaknya juga mengejar Qodri pemilik lapak besi tua yang berperan sebagai penadah barang hasil penggelapan. "Kami sudah periksa lapaknya dan yang bersangkutan sudah kabur. Kini, ia masuk menjadi DPO kami," kata Handik.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help