Hari Raya Imlek

Harga Mahal, Ikan Bandeng di Rawabelong Sepi Pembeli

Harga jual ikan bandeng mencapai Rp60 ribu per kilogram, melambung jauh dari harga tahun lalu yang hanya Rp25 ribu per kilogram.

Harga Mahal, Ikan Bandeng di Rawabelong Sepi Pembeli
Warta Kota
Menjelang Imlek, penjual ikan bandeng bertebaran di Pasar Rawabelong, Kebonjeruk, Jakarta Barat. Namun, gara-gara mahalnya harga ikan bandeng, para penjual keluhkan sepi pembeli. 

WARTA KOTA, KEBONJERUK - Ada pemandangan berbeda di Jalan Sulaiman, Rawabelong, Kebonjeruk, Jakarta Barat, menjelang perayaan Hari Raya Imlek. Puluhan pedagang ikan bandeng musiman, mulai bertebaran meramaikan suasana di lokasi yang selama ini lebih dikenal sebagai sentra perdagangan bunga itu.

Pedagang bernama Mat Ali (60), misalnya. Dia mengungkapkan, ada 24 pedagang di sana yang sudah menggelar dagangannya sejak Senin (27/1) lalu. "Ini memang sudah jadi tradisi tahunan di sini, menjelang Imlek, pasti banyak yang jualan ikan bandeng di Rawa Belong," katanya ditemui di lapaknya, Selasa (28/1).

Tetapi Mat Ali mengeluhkan pendapatannya berjualan ikan bandeng pada tahun ini. Sebab, mahalnya harga ikan dari pemasok di Indramayu, membuat harga jual ikan bandeng di lapaknya juga tinggi.

Buntutnya, banyak calon pembeli yang mengurungkan niat membeli membeli ikan bandeng meskipun sudah sempat memilih-milih ikan. Dijelaskan Mat Ali, harga jual ikan bandeng sekarang mencapai Rp60 ribu per kilogram, melambung jauh dari harga tahun lalu yang hanya Rp25 ribu per kilogram.

Satu kilogram, kata Mat Ali, berisi antara satu sampai dua ekor ikan bandeng. "Ya jelas saja yang pada beli pada protes. Mereka udah milih-milih ikan, pas nanya harga, saya jawab, mereka pergi lagi. Katanya kemahalan," kata warga RT04/01 Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu.

Alhasil, omzet yang diperoleh Mat Ali selama dua hari berjualan, menurun tajam dibandingkan dengan tahun lalu.

"Senin kemarin saya cuma habis 40 kilo seharian. Padahal di moment yang sama, tahun lalu, sehari bisa habis 1,5 kwintal. Selain karena harga ikannya mahal, stoknya juga susah karena daerah Indramayu selaku pemasok ikan, katanya lagi kebanjiran," kata ayah empat anak itu.

Sepinya pembeli di moment Imlek tahun ini juga dirasakan Ramin (62). Warga Kemanggisan Ilir, Palmerah RT17/08 ini juga beralasan mahalnya harga ikan bandeng menjadi penyebab masyarakat pembeli bandeng di moment Imlek berkurang.

"Tahun lalu, jualan selama empat hari saya bisa habiskan 4 kwintal ikan bandeng. Sekarang nggak tahu deh. Tapi mudah-mudah hari-hari berikutnya ramai. Karena biasanya ramainya memang sehari sebelum Imlek," katanya.

Keluhan juga datang dari pembeli bernama Ernawati (32). Dia mengaku terkejut ketika tahu harga ikan bandeng sekarang Rp60 ribu per kilogram. "Padahal dulu paling mahal Rp30 ribu. Sekarang mahalnya amit-amit," katanya.

Namun, dia tetap membeli satu kilo gram ikan kepada seorang pedagang di sana. "Dapet dua ekor. Satunya dimasak sendiri, satunya mau dikasihkan mertua," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help