• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Wartakota

Angka Kelahiran di Usia Remaja Masih Tinggi

Senin, 27 Januari 2014 21:08 WIB
Angka Kelahiran di Usia Remaja Masih Tinggi
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Angka melahirkan pada remaja usia 15-19 tahun masih tinggi. Jika tidak banyak berubah, kondisi ini akan mengancam bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Fasli Jalal, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang ditemui dalam acara Satuan Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Expo, Minggu (26/1), di Senayan City, Jakarta, menyatakan, meski angka melahirkan (fertilitas) pada remaja menurun dalam kurun waktu lima tahun, tetapi masih jauh dari target pemerintah, yaitu 30 kelahiran per 1.000 wanita pada tahun ini.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, dalam kurun waktu 2007-2012, angka fertilitas remaja hanya turun tiga angka. Dari 1.000 wanita melahirkan pada 2007, remaja yang melahirkan berjumlah 51 remaja. Adapun yang melahirkan pada 2012 rata-rata 48 remaja. Selain itu, hasil pendataan keluarga BKKBN pada tahun yang sama menunjukkan dari 54 juta pasangan usia subur, 1,7 juta istri berusia di bawah 20 tahun atau 3,88 persen.

Angka-angka ini, kata Fasli, akan memengaruhi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Sebab, kasus ini juga mengancam jumlah remaja yang berkisar 64 juta atau sekitar 27,6 persen dari total penduduk. Jika terus berlanjut, potensi usia produktif secara ekonomis akan berubah menjadi ancaman.

”Kita memang tercengang dengan angka ini. Terlebih jumlah kelahiran remaja di perkotaan meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Padahal, warga kota memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi yang cukup ketimbang yang berada di desa,” ujarnya. Berdasarkan data dari SDKI, jumlah fertilitas remaja di perkotaan meningkat enam angka, dari 26 pada 2007 menjadi 32 kelahiran per 1.000 wanita pada 2012.

Sri Kusumo Andani, Koordinator Indonesia Sehat SIKIB, menyampaikan, untuk menyukseskan program KB, pemahaman remaja harus ditingkatkan.(K10)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
187020 articles 35 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Privacy Policy
Atas