Tutupi Perselingkuhan, Kapuskesmas Kerap Fitnah Istri

Selama 2009 atau selama perselingkuhan suaminya, Evi kerap mendapatkan KDRT oleh Heludi yang selalu menuduh Evi selingkuh.

Tutupi Perselingkuhan, Kapuskesmas Kerap Fitnah Istri
Warta Kota
Foto perselingkuhan Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Heludi Wahyu Arso. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Untuk menutupi perselingkuhan dengan wanita idaman lain, Heludi Wahyu Arso (38), dokter pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, kerap menuduh istrinya Evi Mariana (42) selingkuh.

Bukan itu saja, Heludi, juga melakukan KDRT kepada Evi karena menuduhnya sudah berselingkuh dengan salah satu penghuni kost di rumah mereka di Jalan Kencana, No 59, RT 10/5, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan. Bahkan, Heludi membayar seseorang untuk menguntit istrinya.

"Akhirnya saya tahu, bahwa tuduhan dia itu untuk menutupi perselingkuhannya selama ini. Ia ternyata sudah berselingkuh dan kumpul kebo dengan perempuan itu sejak tahun 2009," kata Evi Mariana kepada wartawan di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/1/2014).

Heludi yang berselingkuh dengan Nazmu Lailasari sudah tinggal serumah selama 11 bulan sejak tahun 2012, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Muncang, Blok N, Gang III, RT 6/11, Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Di rumah itu, keduanya digerebek oleh Evi bersama keluarganya serta warga setempat.

Penggerebekan juga disaksikan Ketua RT setempat, Harini. "Awalnya saya tidak percaya suami saya selingkuh karena sebelumnya dia menunjukkan sikap cemburuan. Tapi setelah lihat dengan mata kepala sendiri, saya percaya. Saya sangat kecewa," kata Evi.

Menurut Evi, atas apa yang dilakukan Heludi ia sudah melaporkannya ke Pemprov DKI dan Kepolisian. Bahkan Heludi dan selingkuhannya sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus perzinahan oleh Polres Jakarta Utara.

Karenanya Evi berharap Heludi, secepatnya dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan dipidana dalam proses hukum. Pasalnya selama tahun 2009 atau selama perselingkuhan suaminya itu, Evi kerap mendapatkan KDRT oleh Heludi yang selalu menuduh Evi selingkuh.

Selama itu pula, Evi mengaku depresi. Karenanya, pada 15 Januari 2014 lalu, Evi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun dalam sidang mediasi, Heludi justru menuntut hak asuh atas 3 anak mereka. Hal ini membuat Evi dan keluarganya geram.

"Dia sudah menyakiti saya lahir dan batin. Kini dia mau merebut anak saya. Saya benar-benar tidak rela anak saya diasuh lelaki tidak bermoral," paparnya.

Tags
selingkuh
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help