WartaKota/

Pemilik HRA Group Mengusung Semangat Ongisnade

Ketangguhan Heri menghadapi tantangan, ia ibaratkan dengan 'ongisnade' yang berasal dari kalimat Singo Edan.

Pemilik HRA Group Mengusung Semangat Ongisnade
Warta Kota
Pemilik HRA Group, Heri Cahyono 

WARTA KOTA, CIPUTAT - Cerita mengenai sosok Ken Arok menjadi inspirasi bagi pemilik HRA Group Heri Cahyono dalam bertarung menggeluti dunia bisnis; baik dari kecerdikan maupun hitungan-hitungan taktis menemukan celah ‘kemenangan’.

Ketangguhan Heri menghadapi tantangan dengan memulai bisnis dari UKM, ia ibaratkan dengan 'ongisnade' yang berasal dari kalimat Singo Edan.

“Di Malang memang terkenal dengan bahasa walikan, sejak jaman Belanda. Singo Edan atau ongisnade merupakan representasi orang-orang Malang yang berjuang dengan gigih untuk mencapai kesuksesan,” katanya.

Menurut Heri, meraih kesuksesan dalam berwirausaha memang tidak mudah, apalagi mental para pelaku UKM di Indonesia saat ini masih belum teruji. “Memang harus berani mencoba; trial and error. Tuangkan setiap ide yang ada di kepala,” katanya.

Baginya, ide merupakan mata uang dan sumber kekayaan yang dapat terbarukan. Berbeda dengan komoditas tambang atau energy lainnya yang sewaktu-waktu bisa habis. Salah satu contoh ide yang dikembangkan adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan disertai edukasi tentang fungsi-fungsi mesin, peralatan cangih dan lain-lain.

Kiat Heri yang lain adalah leadership yang kuat diikuti dengan manajerial yang baik. Dalam menjalankan usahanya, Heri berprinsip pada proses, proses dapat member kesempatan baginya untuk terbiasa menjadi pembeda, bertindak disiplin dan berpikir out of the box, melawan mainstream yang ada, walaupun kadangkala bisa keliru.

“Proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula. Dengan menikmati proses, kita bisa berpikir kreatif. Karena sejatinya ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja,” ujar Heri saat berbincang di kantornya, Jalan Cirendeu Raya Nomor 4, Ciputat, Tangerang Selatan belum lama ini.

Bisnis Heri tidak selalu berjalan mulus. Kendala yang rumit dan pelik acap kali dihadapi. Tetapi, ia menyikapinya dengan tenang dan tetap fokus kepada proses. Heri mengaku pernah menghadapi kendala terberat yakni permodalan sehingga bengkelnya sulit berkembang, sementara saat bersamaan jumlah pelanggannya semakin bertambah. Keadaan ini sangat dirasakan saat awal bengkelnya beroperasi.

“Saya ingat benar saat sedang merintis usaha, hampir semua pengajuan kredit ke bank ditolak. Syukurnya dari dulu saya selalu mengedepankan silaturahim. Jadi, ada saja jalan yang saya temukan untuk mendapatkan modal, salah satunya bantuan dari teman saya yang menjaminkan jabatannya sebagai manajer untuk membantu saya mendapatkan alat perbengkelan dengan cara mencicil. Padahal saat itu aturan dari produsen, harus bayar cash,” tutur Heri.

Selain itu, diferensiasi terhadap usaha sejenis yang sudah ada juga sangat menunjang berhasil atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Seperti salah satu lini usaha salon motor miliknya, Motorstop, misalnya.

Demi mendapatkan konsumen tinggi, Heri meng-konsep salon motor itu one stop service. Dikelola secara profesional, dengan pelayanan yang lengkap. “Jadi saya gabungkan antara salon sepeda motor dengan bengkel custom. Tetapi, meskipun berada dalam satu tempat, kami tetap jaga kebersihan,” kata Heri.

Di tempat usahanya Motorspot di Jalan Cirendeu Raya itu pula Heri memamerkan beberapa motor hasil karya bengkel tersebut. Pelanggan yang sedang ‘memanjakan’ motornya pun bisa melihat-lihat beberapa koleksi motor modif itu.

Selain itu, di tempat itu pula tersedia ruang tunggu pelanggan, dengan dilengkapi dengan AC,Wifi dan beberapa bacaan. “Ini agar pelanggan tidak bosan saat menunggu,” kata Heri.

Menyikapi persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini, menurut Heri kuncinya adalah kualitas pekerjaan dan pelayanan.

“Keduanya adalah faktor objektif yang memberikan manfaat jangka panjang. Namun kita perlu ingat masih ada faktor lain di samping faktor itu, yaitu faktor subjektif yakni Tuhan, karena apapun yang diberikan oleh-Nya adalah yang terbaik untuk kita,” tutur Heri.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help