• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Wartakota
Home » Warta

Akibat Banjir Bandang di Manado Banyak Mobil Bertumpukan

Jumat, 17 Januari 2014 04:59 WIB
Akibat Banjir Bandang di Manado Banyak Mobil Bertumpukan
kompas.com
Sejumlah mobil di kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (16/1/2014), masih dalam posisi tumpang tindih setelah terhantam banjir bandang.

WARTA KOTA, JAKARTA -Pusat Kota Manado sudah bisa dilewati kendaraan bermotor meski sejumlah ruas jalan diselimuti lumpur tebal. Namun, ada satu hal yang berbeda. Pada pemandangan pagi di sekitar Kantor Wali Kota Manado, Kamis (16/1/2014), banyak mobil dalam posisi porak poranda dan bertumpuk.

Jemmy Sumilat, seorang karyawan Tribun Manado, menceritakan perjalanannya pada pagi tadi dari rumahnya di Pakowa Lingkungan I menuju Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi II, Mapanget.

Rabu (15/1/2014), rumah Jemmy yang berada di dataran lebih tinggi terendam banjir hingga setinggi 40 cm. Padahal, tahun sebelumnya, banjir tak sampai ke rumahnya. Namun pada pagi tadi, banjir sudah surut, menyisakan sampah dan lumpur.

Jemmy melewati Wanea, lalu ke Jalan Samrat menuju Bumi Beringin, melewati lampu merah Toar, turun dan melalui Lapangan Tikala, Balaikota, Jalan Sudirman, Martadinata, Yos Sudarso, lalu sampai di kantor.

Menurut Jemmy, semua jalan bisa dilewati. Namun, banyak tumpukan sampah dan lumpur. Sisa terbanyak ada di Tikala, dengan ketebalan 10 cm.

"Mobil bertumpuk di daerah Sparta, Tikala, Kantor Wali Kota Manado. Ada juga mobil di jalan balaikota, yang sebelumnya parkir di pinggir, naik ke trotoar. Mobil yang terkena banjir, di luar mulus, dalamnya penuh lumpur. Mobilnya bersih karena baru saja hujan turun," urai dia.

Jemmy melanjutkan, ada juga mobil yang nungging dengan posisi moncong masuk ke lubang trotoar.

Menurutnya, ini adalah banjir paling parah dibandingkan tahun lalu. "Tinggi air dua kali lipat dari sebelumnya. Biasanya nggak sampai di rumah saya, ini air sampai masuk," katanya.

Ia menjelaskan, ada tiga asrama di Wanea yang tenggelam, antara lain Asrama Polisi Militer, Asrama Denzipur, dan Asrama Sapta Marga 9. Tinggi air lebih dari satu meter.

Sungai di Pakowa Wanea yang berkelok-kelok dengan lebar 4-5 meter menjadi tampak lurus. Lebarnya kini lima kali lipat dari sebelumnya.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
185389 articles 35 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Privacy Policy
Atas