Pemerintah Tuntaskan PR Wajib Belajar 9 Tahun

Pemerintah punya pekerjaan rumah menuntaskan wajib belajar 9 tahun.

Pemerintah Tuntaskan PR Wajib Belajar 9 Tahun
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Program wajib belajar 12 tahun lewat pendidikan menengah umum dimulai tahun depan, tetapi pemerintah punya ”pekerjaan rumah” menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Data tahun 2011/2012, sekitar 300.000 anak putus sekolah dari 30 juta murid di jenjang SD/MI.

Adapun 180.000 anak dari 12 juta murid putus sekolah di jenjang SMP/MTs.

”Kami berharap jumlah itu turun drastis dengan adanya program bantuan siswa miskin,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada konferensi pers akhir tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertema ”Mendidik sejak Dini, Sekolah Setinggi Mungkin, dan Menjangkau Lebih Luas”, belum lama ini di Jakarta.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad menambahkan, anak putus sekolah di SD mayoritas di kelas II atau III. Sekitar 60 persen karena soal ekonomi. ”Banyak yang membantu orangtua mencari uang,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemdikbud, angka partisipasi murni (APM) SD/SDLB/MI/Paket A 95,75 persen (2012). Targetnya 95,80 persen (2013) dan 96 persen (2014). APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B baru 78,80 persen (2012), sedangkan targetnya 80 persen (2013) dan 81,90 persen (2014).

”Masih ada 19 kabupaten/kota yang APM SD-nya di bawah 75 persen. Untuk tingkat SMP, ada 23 kabupaten/kota yang di bawah 75 persen,” kata Nuh.

Hamid menambahkan, tahun 2014 pihaknya akan lebih fokus pada masalah daya serap jenjang SMP/SMPLB/MTs terhadap lulusan SD/SDLB/MI. Tahun ini diperkirakan 300.000 lulusan SD tak terserap ke SMP. Dari 4 juta lulusan SD, 3,7 juta anak lanjut SMP.

Lama sekolah
Selain menuntaskan pekerjaan rumah wajib belajar 9 tahun, Kemdikbud akan mendongkrak rata-rata lama sekolah anak usia 15 tahun ke atas dari 8,01 tahun (2012) menjadi 12 tahun (2045).

Tiga skenario disiapkan, yakni mencapai sasaran 12,35 tahun, mencapai 13,17 tahun, dan mencapai 14,05 tahun. Itulah yang melatarbelakangi program pendidikan menengah universal.

”Supaya minimal adik-adik kita usia sampai 18 tahun paling tidak pendidikannya sudah 12 tahun, yaitu lulusan SMA, SMK, dan MA,” kata Nuh. (LUK)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved