Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa 4 Pejabat Bea dan Cukai

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat Ditjen Bea dan Cukai

Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa 4 Pejabat Bea dan Cukai
dok. google
logo Direktorat Bea dan Cukai

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat Bea dan Cukai'>Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus suap Heru Sulastyono, Kamis (19/12/2013).

Bareskrim Polri memanggil sepuluh saksi dari internal Ditjen Bea dan Cukai pekan lalu. Dari 10 orang tersebut ada yang masih aktif berdinas di Bea dan Cukai, ada juga yang sudah pensiun.

"Sepuluh ini kita lakukan untuk mengkonstruksikan penyimpangan yang terjadi, karena penyimpangan ada beberapa modus untuk mngkonstruksikan, jadi konstruksikan seperti apa kita harus mendapatkan dari hasil pemeriksaan, bila masih dibutuhkan kita akan tambahkan minggu depan," ungkap Kepala Sub Direktorat Pencucian Uang, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Agung Setia.

Sepuluh orang dari internal Ditjen Bea dan Cukai yang diperiksa penyidik pekan ini adalah Yusuf Hindarto Kabid P2 Kepabeanan periode 2003, Mulyadi selaku mantan Kepala Seksie intelejen Ditjen Bea dan Cukai, CF Sijabat SH selaku mantan Kepala Bidang verifikasi kepabeanan, Bambang Semedi selaku mantan Kepala Kantor Tanjung Priok III, Sumantri selaku mantan Kepala Kantor Tanjung Priok I. Frans Lupang selaku mantan Kakanwin IV, Andriani selaku pejabat sementara Kasubdit Harga di Derektorat Teknis Kepabeanan, Hartarti selaku Kepala TU di Direktorat Teknis Kepabeanan, dan pegawai Bea dan Cukai atas nama Muslim.

"Kamis (19/12/2013) ada empat orang yang akan kita periksa di antaranya Andriani, Hartarti, Muslim, dan panggilan kedua untuk CF Sijabat," katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help