Hari Ini, Mantan Kakanwil Bea dan Cukai Jadi Saksi Suap Heru Sulastyono

Mantan Kakanwil IV Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi kasus suap pejabat Bea dan Cukai, Rabu (18/12/2013)

Hari Ini, Mantan Kakanwil Bea dan Cukai Jadi Saksi Suap Heru Sulastyono
dok. google
logo Direktorat Bea dan Cukai

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) IV Bea dan Cukai'>Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi kasus suap pejabat Bea dan Cukai Heru Sulastyono, Rabu (18/12/2013).

"Frans Lupang mantan Kakanwil IV diperiksa Rabu (18/12/2013," kata Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang Bareskrim Polri, Kombes Pol Agung Setia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2013).

Kemudian kepolisian pun berencana memeriksa empat pejabat Bea dan Cukai lainnya diantaranya, Kamis (19/12/2013) diantaranya Andriani selaku pejabat sementara Kasubdit Harga di Direktorat Teknis Kepabeanan, Hartarti kepala TU di Direktorat Teknis Kepabeanan, Muslim, dan CF Sijabat dalam rangka pemanggilan kedua setelah sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Saya harapkan semua bisa hadir dan kita dapatkan yang kita perlukan dalam rangka mengklarifikasi fakta-fakta yang ditemukan," katanya.

Sebelumnya kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Bea dan Cukai baik yang masih aktif maupun sudah pensiun diantaranya Yusuf Hindarto Kabid P2 Kepabeanan periode 2003, Mulyadi selaku mantan Kepala Seksie intelejen Ditjen Bea dan Cukai, CF Sijabat SH selaku mantan Kepala Bidang verifikasi kepabeanan, Bambang Semedi selaku mantan Kepala Kantor Tanjung Priok III, dan Sumantri selaku mantan Kepala Kantor Tanjung Priok I.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Sub Direktorat Money Loundering menetapkan seorang pejabat Bea Cukai bernama Heru Sulastyono (HS) sebagai tersangka kasus suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pejabat bea cukai tersebut diduga menerima suap dari seorang komisaris perusahaan PT Tanjung Jati Utama bernama Yusran Arif alias Yusron (YA) dalam bentuk polis asuransi senilai Rp 11,4 miliar dan kendaraan.

Yusran menyuap Heru untuk menghindari audit perusahaan. Heru akan memberitahu Yusran bila bisnisnya akan diaudit kepabean. Untuk itu Yusran melakukan buka tutup perusahaan untuk menghindarinya.

Heru Sulastyono ditangkap di rumah mantan isterinya yang terletak di Perumahan Sutera Renata Alba Utama Nomor 3 Alam Sutera, Serpong, Tangerang Banten, Selasa (29/10/2013) malam sekitar pukul 01.00. Kemudian dilanjutkan dengan penangkapan Yusran di Jalan Aslih RT 11 RW 01 Nomor 49, Ciganjur, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada pukul 08.00

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help