Siswa SMKN 36 Resahkan Gardu PLN di Area Sekolah

Ratusan siswa SMKN 36 Kalibaru, Cilincing, merasa resah dengan adanya gardu listrik PLN di dalam Masjid Istiqomah di sekolah tersebut.

Siswa SMKN 36 Resahkan Gardu PLN di Area Sekolah
dok. google
Ilustrasi gardu listrik milik PLN

WARTA KOTA, CILINCING - Ratusan siswa SMKN 36 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara merasa resah dengan adanya gardu listrik PLN di dalam Masjid Istiqomah di sekolah tersebut. Mereka khawatir gardu listrik berbahan coran semen seluas 4x5 meter itu memberikan dampak buruk kepada siswa.

"Kita takut kena radiasi dari gardu ini. Karena tegangannya pasti sangat tinggi sekali," kata Panji Riskamdani (16) siswa Kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan saat ditemui di lokasi, Selasa (10/12/2013) di Jakarta.

Panji mengatakan, selain khawatir terkena radiasi, para siswa juga takut apabila gardu tersebut tiba-tiba bermasalah lalu mendadak meledak hingga menyebabkan kebakaran di sekolah.

Pasalnya, kata Panji, letak gardu tersebut berada persis di lantai dasar masjid yang lokasinya tepat di pojok sisi Selatan sekolah. "Gardu ini kan letaknya di pojok sekolah begini. Takutnya pas lagi bermasalah lalu meledak dan kebakaran gimana? Nanti para siswa juga yang celaka," ujarnya.

Sodihin selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMKN 36, mengatakan pihak sekolah mengkhawatirkan insiden gardu tersambar petir pada tahun 1999 silam terjadi kembali. Beruntung saat itu, sambaran petir hanya merusak keramik lantai di sekitar gardu.

"Tentunya kita mengkhawatirkan keberadaan gardu ini bisa membahayakan 925 siswa yang belajar di sekolah," katanya.

Sodihin mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengirim surat ke PLN Area Marunda dan yang terakhir pada 17 April lalu. Dalam surat tersebut pihak sekolah berharap agar PLN bisa memindahkan gardu listriknya. Lalu, pada 29 Mei lalu pihaknya mendapat surat balasan. Di surat bernomor 087/152/A.MRD/2013 itu, PLN menyampaikan bahwa pemindahan gardu membutuhkan biaya hingga Rp 287.799.000.

"Kami kalau dibebankan biaya pemindahan sebesar itu mana sanggup. Jujur saja, kami tak memiliki anggaran sekolah yang cukup untuk pemindahan gardu itu," kata Sodihin.

Ketika dikonfirmasi, Dwikora Agustiawan Asisten Manager Distribusi PLN Area Marunda membenarkan bahwa pemindahan gardu berkapasitas 630 Kva itu membutuhkan biaya hingga Rp 287 jutaan. "Berdasarkan survei kami memang seperti itu besarannya. Kami tidak melebih-lebihkan dananya," jelas Dwikora.

Dwikora mengatakan, sebetulnya pemindahan gardu yang mampu menghidupi listrik hingga radius 400 meter ke rumah warga itu bisa dibicarakan melalui musyawarah. "Apabila pihak sekolah tak mampu mengeluarkan biaya sebesar itu, tinggal bicarakan ke kami. Semua itu bisa diselesaikan kalau kita bicarakan baik-baik," kata Dwikora yang mengklaim dirinya tak pernah didatangi pihak sekolah tersebut.

Dwikora menjelaskan, semestinya ada Berita Acara Penyerahan dari kedua belah pihak, yakni sekolah dan PLN ketika lahan tersebut hendak diperuntukan pembangunan gardu.

Namun, hingga kini pihaknya masih mencari keberadaan surat tersebut. "Harusnya ada Berita Acara Penyerahan antara sekolah dengan PLN dari situ akan kelihatan siapa yang turut andil dalam penyerahan lahan pembangunan gardu listrik," ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved