Tak Juga Akui Anak Kandung, Mantan Istri Farhat Lapor ke Komnas PA

Rita Tresnawati (38), mantan istri siri pengacara Farhat Abas, mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Tak Juga Akui Anak Kandung, Mantan Istri Farhat Lapor ke Komnas PA
Bangka Pos/Wahyu Kurniawan
Rita Tresnawati (38), istri siri Farhat Abbas, mengadu ke Komnas Perlindungan Anak, perihal sikap Farhat yang tak mau mengakui anak kandungnya, Gusti Reyhan Gibayus (12). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Rita Tresnawati (38), mantan istri siri pengacara Farhat Abas, mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Senin (9/12/2013).

Rita mengaku resah, karena pengacara yang belakangan membuat heboh dunia infotainment tersebut tidak mau mengakui anak kandungnya, Gusti Reyhan Gibayus (12).

Pernikahan yang digelar dibawah tangan ini sendiri berakhir dengan perceraian pada 28 Februari 2002. Dari nikah siri ini, lahirlah seorang anak laki-laki bernama Gusti. Menurutnya, Gusti sudah mengetahui bahwa Farhat adalah ayahnya sejak usia 5 tahun.

"Kalau ada (Farhat) di televisi, Reyhan selalu menanyakan, Bun, papa mau nyapres bun, aku mau ketemu papa," kata Rita menirukan perkataan Gusti.

Kedatanganya ke Komnas PA dijelaskan Rita untuk meminta bantuan mediasi agar putranya dapat bertemu Farhat.

"Saya hanya ingin Farhat mengakui dan menemui Gusti anak kandungnya sendiri," katanya.

Menurut Rita, saat Gusti lahir, pada Agustus 2001 lalu, Farhat datang menemuinya dan meng-adzan-kan Gusti. "Yang beri nama Gusti Reyhan itu juga dia (Farhat)," ujarnya.

Namun setelah lima bulan kelahiran Gusti, Rita sudah tidak lagi mendengar kabar Farhat. Meski pada 2006, Farhat sempat mengirimkan uang sebanyak tiga kali untuk Gusti melalui kerabatnya.

Sementara itu Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, akan menindaklanjuti laporan Rita dengan memanggil Farhat Abbas. Menurut Arist, Komnas Anak akan melakukan mediasi.

"Ini penelantaran, pasalnya sejak umur 5 bulan menurut ibunya tak juga dinafkahi. Walaupun menikah siri, ada bukti pernikahan dan akta, juga surat keterangan lahir yang menyatakan bahwa Farhat adalah ayah biologis dari Gusti," kata Arist.

Menurut Arist, jika proses mediasi tidak juga membuat Farhat mengakui anaknya, maka Farhat dapat dilaporkan ke polisi atas kasus penelantaran.

"Sudah bisa dilaporkan, karena sudah menyangkut hukum. Farhat bisa dijerat Undang-undang Perlindungan Anak, ancamannya 15 tahun penjara," katanya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved