Rabu, 15 April 2026

Data Terbaru Infeksi HIV Mengkhawatirkan

Dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.

WARTA KOTA, PALMERAH - Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia. Sementara tahun 2012 ada 3.661 kasus. Data ini bisa dianggap kecil, namun usia yang masih muda saat ditemukan HIV dianggap mengkhawatirkan.

"Angka statistik ini mungkin terlihat relatif kecil bila dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia. Namun ini adalah data kaum muda Indonesia. Ini adalah persoalan yang perlu penanganan serius," ujar dr Ulul Albab, SpOG, humas Persatuan Anggota Muda Obsterti dan Ginekologi (Paogi) dalam acara "Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS di Blackcat Café Gedung Arkadia, Senin (25/11).

Dia menjelaskan, pernah mendapat pasien yang usianya 15 tahun, datang dalam kondisi hamil dan positif HIV/AIDS. Padahal dari terinfeksi HIV sampai menjadi AIDS dibutuhkan sekitar waktu lima tahun. Pertanyaannya kemudian, usia berapa remaja tersebut mulai melakukan hubungan seks?

Apa itu HIV/AIDS? Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Infeksi HIV pada tahap yang lanjut dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), yaitu sekumpulan gejala yang timbul akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh. Penularannya melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan air mani. Caranya melalui hubungan seksual, penularan dari ibu terinfeksi ke janin, penggunaan jarum suntik bergantian, dan transfusi darah yang tidak aman. Tapi HIV tidak ditularkan lewat berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama, bersin, batuk, gigitan serangga, ataupun minum dari gelas yang sama.

Seks bebas
Ulul Albab mengatakan, seks bebas menjadi sarana terbanyak dalam penularan HIV/AIDS. Sehingga Paogi dan Durex berinisiatif mengadakan seminar mengenai reproduksi remaja di lima sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Jakarta. Kelima sekolah itu adalah SMAN 6, SMAN 70, SMN 81, SMAN 68, dan SMAN 8.

Seminar itu bertema kesehatan reproduksi remaja dan generasi penerus tanpa HIV/AIDS. Menurut dokter Ulul, dipilihnya tema ini dikarenakan masih banyak yang membutuhkan informasi tersebut. Apalagi dari survei sebelumnya didapat bahwa 8 dar 10 kaum muda berusia 18-24 tahun setuju mereka membutuhkan lebih banyak informasi tentang kehamilan, kontrasepsi, dan puberitas. Termasuk juga tentang HIV/AIDS, penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhea. Ia menambahkan, masalah kehamilan menjadi informasi yang paling banyak dibutuhkan kaum muda(sekitar 83 persen). (lis)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved