Indonesia Masih Rawan Penyakit Menular

Indonesia dinilai masih rawan penyakit menular, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, malaria, dan tuberkulosis.

Indonesia Masih Rawan Penyakit Menular
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Indonesia dinilai masih rawan penyakit menular, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, malaria, dan tuberkulosis. Kondisi itu tidak lepas dari rendahnya kesadaran hidup bersih masyarakat serta buruknya sistem sanitasi dan kualitas air.

Permasalahan itu mengemuka pada temu media tentang ”Study Global Infection Challenge Survey 2013, Ungkap Kekhawatiran Masyarakat Indonesia akan Penyakit Menular” yang diselenggarakan Global Hygiene Council dan Reckitt Benckiser Indonesia, Selasa (12/11), di Jakarta.

Anggota Global Hygiene Council Indonesia, Hindra Irawan Satari, menjelaskan, survei dilakukan terhadap 18.162 responden di 18 negara. Di Indonesia, survei dilakukan terhadap sekitar 1.000 responden di empat kota, DKI Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Hasil survei di Indonesia menunjukkan, 85 persen responden mengantisipasi penyebaran penyakit menular dengan memastikan semua anggota keluarga mencuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.

Namun, antisipasi lanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan dari bakteri penyebab penyakit menular, seperti membersihkan perabotan makan dan toilet, masih rendah.

Hanya 47 persen responden membersihkan dan menyemprotkan desinfektan pada perabotan yang bersentuhan langsung dengan makanan, seperti permukaan dapur dan alas pemotong sayur, setidaknya sekali dalam sehari. Hanya 48 persen responden membersihkan kamar mandi dan permukaan dapur secara teratur.

Hanya 26 persen responden khawatir akan diare dan muntah-muntah serta 29 persen responden khawatir akan penyakit pencernaan akibat bakteri Escherichia coli, Campylobacter, dan Salmonella. Hanya 32 persen responden khawatir akan penyakit menular lewat air, seperti kolera dan tifus.

Bakteri-bakteri penyebab penyakit menular itu sangat dekat dengan masyarakat, bahkan di rumah. Buktinya, hanya 11 persen responden menganggap rumah sebagai tempat aman dari sumber penyakit menular.

Kondisi itu dipengaruhi buruknya kualitas air dan sanitasi permukiman di Indonesia. Catatan Kompas, tahun 2011 hanya 42,76 persen penduduk Indonesia yang punya akses ke air bersih. Triwulan pertama 2012, persentase turun jadi 41,66 persen. Padahal, target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) 68,87 persen per 2015 (Kompas, 6/5).

Di bidang sanitasi, tahun 2011 hanya 55,6 persen penduduk memiliki akses sanitasi layak. Triwulan pertama 2012, persentasenya hanya 56,24 persen. Target tahun 2015 adalah 62,41 persen.

”Masyarakat harus berinisiatif untuk menjaga kebersihan dari lingkungan terkecil, yakni rumah. Sejumlah penyakit menular masuk 10 besar penyebab kematian utama di Indonesia. Tuberkulosis berada di urutan kedua,” ujar Hindra yang juga Kepala Bidang Penyakit Menular dan Tropis, Departemen Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ketua Global Hygiene Council John Oxford menuturkan, wabah penyakit menular merupakan masalah global, misalnya penyebaran virus H1N1.

Untuk itu, penting sekali tiap negara menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan tempat tumbuh kembang virus, bakteri, dan kuman. Yang krusial adalah kualitas air dan sanitasi.

”Masyarakat harus diberi sosialisasi pola hidup bersih,” ujar Oxford, Guru Besar Virologi di St Barts and The London School of Medicine and Dentistry, Inggris. (DRI)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help