Jumat, 28 November 2014
Wartakota
Home » Warta

BAIS TNI Bicara Penangkal Penyadapan

Kamis, 21 November 2013 03:11 WIB
BAIS TNI Bicara Penangkal Penyadapan
TRIBUNNEWS.COM/Nurmulia Rekso Purnomo
Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Mayjen M. Erwin Syafitri. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI AD, Mayjen M.Erwin Syafitri, mengatakan salah satu cara untuk menghindari penyadapan adalah dengan cara mengenkripsi data-data yang akan disampaikan ke luar. Pesan diubah menjadi sandi-sandi yang hanya diketahui oleh pihak dalam negeri.

"Alat antisadap terbaik adalah enskrip sandi, semua melakukan Itu," kata Erwin di Markas BAIS TNI, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2013).

Kata dia BAIS TNI juga telah berembuk dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), salah satunya untuk memperkuat potensi intelijen Indonesia. Sehingga aksi-aksi penyadapan oleh intelijen asing ke depannya bisa lebih diantisipasi.

Secara nasional untuk urusan enskripsi data Lemsaneg adalah pembina tunggalnya. Sedangkan untuk lingkungan TNI kata Erwin BAIS lah pembina tunggalnya.

Namun sayangnya soal teknis penyadapan yang dilakukan Australia terhadap presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan sejumlah pejabat negara lainnya, Erwin enggan berkomentar.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Siswanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas