Harga Kedelai Melambung, Perajin Tempe Banting Setir

Mahalnya harga kedelai ditambah dengan persaingan antar perajin maupun pedagang yang semakin ketat, membuatnya mundur pelan-pelan.

Harga Kedelai Melambung, Perajin Tempe Banting Setir
Tribunnews.com

WARTA KOTA, KALIDERES - Sejak harga kedelai melambung, tidak sedikit perajin tempa yang beralih profesi mencari usaha lain. Pak Warmin sendiri, kini menyerahkan usaha tempenya kepada seorang anaknya. Ia sendiri kini sibuk dalam kepengurusan Primkopti Swakerta Jakarta Barat.

Wastono (53), mantan pengusaha tempe, kini juga lebih memilih untuk menjalani usaha lain. Mahalnya harga kedelai ditambah dengan persaingan antar perajin maupun pedagang yang semakin ketat, membuatnya memilih mundur pelan-pelan. Kini, ia menopang hidup keluarganya dengan membuka usaha Warteg.

"Saya datang ke Jakarta pertama kali tahun 1977, berdagang di beberapa pasar di Jakarta. Semenjak harga kedelai tinggi akhir-akhir ini, saya memilih jualan warteg," kata dia.

Suharto, Ketua Primkopti Swakerta Jakarta Barat membenarkan banyak perajin tempe gulung tikar semenjak harga kedelai melambung. Di Jakarta sendiri, kata dia, saat ini terdapat lebih dari 10 ribu perajin tempe, dari skala kecil hingga besar.

"Sekarang jualan tempe lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beda dengan dulu, dimana banyak pengusaha tempe yang sukses," kata dia.

Suharto menjelaskan, harga kedelai saat ini belum stabil, masih di kisaran Rp9000 per kilo gram. Ia pun meminta kepada pemerintah untuk segera melaksanakan peraturan Presiden No. 32 tahun 2013 tentang Penugasan kepada Perum Bulog untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai.

"Segera turunkan dan sabilisasi harga kedelai. Juga laksanakan janji untuk swasembada kedelai. Harga kedelai yang mahal, telah mencekik para perajin tempe. Jangan biarkan suasana ini berlarut-larut sehingga berpotensi membunuh ekonomi rakyat kecil," kata dia.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved