Banyak Bangunan Liar, Saluran Air Sulit Dikeruk

Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat memperbaiki saluran air dan kali kecil di Jakarta Pusat.

Banyak Bangunan Liar, Saluran Air Sulit Dikeruk
Warta Kota

Laporan Reporter Warta Kota, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, GAMBIR - Untuk mengantisipasi banjir menjelang curah hujan di Ibu Kota, Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat memperbaiki saluran air dan kali kecil di Jakarta Pusat.

Berawal dari memperbaiki saluran air dengan membongkar bangunan liar yang diatas Kali Citarum yang berada dipinggiran sepanjang 1 kilometer antara Jalan Citarum dan Jalan Belawan, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.

"Sebenarnya kami sudah apresiasi dari masyarakat karena mau membongkar sendiri. Saat ini kita akan memperbaiki eksisting kali dulu karena banyak batu-batu yang ada di Kali Citarum," kata Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih di Kali Citarum, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

Herning mengaku hanya ingin mengembalikan fungsi kali sebagai tempat saluran air. Namun, ada sejumlah persoalan yang membuat fungsi saluran air ini tidak maksimal, diantaranya adanya bangunan yang tumbuh di atas saluran.

"Masih banyak bangunan ini membuat saluran tertutup. Kami tidak bisa mengecek kondisi saluran termasuk apakah saluran ini mampet atau tidak. Jadi kami akan terus melakukan perbaikan saluran," kata Herning.

Herning menjelaskan masih banyak bangunan liar yang berada di atas kali dan saluran air yang berada di Jakarta Pusat. Hal ini menyebabkan pihaknya tidak bisa melakukan pengerukan. Dia mencontohkan, saluran di kompleks Lagura Indah Kecamatan Cempaka Putih yang juga mampet karena tertutup bangunan.

Selain itu, ada juga sejumlah lokasi yang mengalami persoalan serupa seperti di kawasan Mangga Dua, Rajawali Selatan, dan Cempaka Baru. Selain itu, apartemen di kawasan Palmerah, Tanahabang, juga membuat saluran air tersumbat.

Akibatnya, genangan selalu ada di depan apartemen yang masih tahap pengerjaan ini. Persoalan saluran air ini baru bisa terselesaikan bila bangunan di atasnya dibongkar.

"Kami juga sudah bersurat dan mengadakan rapat dengan pihak apartemen. Tapi, belum ada solusi. Sementara, untuk eksekusi bangunan bukan menjadi kewenangan kami," kata Herning.

Halaman
12
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Rendy Adrikni Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help