Sabtu, 20 Desember 2014
Wartakota

Penghuni Rusun Penggilingan Beraktivitas Kembali

Rabu, 15 Mei 2013 13:05 WIB

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Wahyu Aji

Penggilingan, Wartakotalive.com

Warga penghuni Rumah Susun (Rusun) Pinus Elok, Kel Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur sempat tersekap di dalam areal rusun lantaran akses keluar masuk mereka digembok oleh petugas keamanan setempat, Senin (14/5/2013) kemarin.

Namun hari ini, seluruh penghuni sudah mulai beraktivitas seperti biasa keluar masuk rusun, Rabu (15/5/2013). "Sejak kemarin sore orang dari Dinas Perumahan datang sudah dibuka," kata salah seorang penghuni Rusun Pinus Elok Blok 1, Jayadi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membayar gaji satpam dan petugas kebersihan di rusun yang kini dihuni warga Guntur Jakarta Selatan tersebut.

Selain akses keluar masuk rusun yang sudah terbuka, para petugas kebersihan juga sedang melakukan pengangkutan sampah di lingkungan rusun yang sempat menumpuk karena tak pernah dibuang. "Sekarang sampah-sampahnya lagi diangkut. Karena menumpuk, enggak pernah diangkat," tambahnya.

Sebelumnya, ratusan penghuni Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur dikurung tak bisa keluar dari tempat tinggalnya karena pintu gerbangnya digembok oleh petugas satpam. Tak hanya itu, petugas kebersihan pun tak pernah melakukan pengangkatan sampah di lingkungan rusun.

Hal itu merupakan bentuk kekecewaan dari pekerja rusun yang mengaku belum digaji selama dua bulan oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta. Kejadian itu sangat meresahkan para penghuni rusun yang tidak bisa beraktivitas karena tidak bisa keluar dari rusun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut bicara soal kesalahpahaman tersebut. Menurutnya, permasalahan ada di perusahaan outsourcing saat berlangsungnya proses tender pemegang kepegawaian satpam, yang membuat gaji karyawan terlambat dibayar.

"Ada duitnya, jadi ini kan tender outsourcing, mereka tuh kan tenaga outsourcing. Rupanya PT yang menang tuh berbeda, jadi ini ada keterlambatan bayar katanya, tapi sudah diselesaikan kok sama Dinas," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Agar peristiwa yang sama tidak terulang, mantan Bupati Belitung Timur itu memilih untuk lebih banyak merekrut PNS ketimbang menyerahkan pada perusahaan outsourcing.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dian Anditya Mutiara

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas