WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Belum Ditemukan Gratifikasi Seks Waka PN Bandung Jabar

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto belum bisa memastikan apakah benar ada grativikasi seks yang diterima tersangka Hakim Setyabudi Tejocahyono dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard Al Cahyoputra

Jakarta, Wartakotalive.com

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto belum bisa memastikan apakah benar ada grativikasi seks yang diterima tersangka hakim Setyabudi Tejocahyono dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung.

Akan tetapi, jika terbukti, kata Bambang, pihaknya akan segera memasukkannya ke dalam dakwaan Hakim Setyabudi.

“Ini kan proses masih berjalan, KPK belum bisa memberikan judgement, nanti dalam dakwaan akan dirumuskan kalau memang kita firm bahwa ada sesuatu yang dianggap berkaitan dengan gratifikasi pasti pasalnya akan dirumuskan ke situ,“ kata Bambang kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2013).

Ia pun menerangkan, pihaknya belum pernah memberikan *statement* bahwa Hakim Setyabudi menerima grativikasi seks dari tersangka lain yaitu Toto Hutagalung.

“Sepengetahuan saya konfirmasi itu dilakukan oleh lawyer toto. Tidak oleh penyidik kpk. Silakan bertanya ke lawyer Toto,” ucapnya.

Bambang mengatakan grativikasi seks bisa dimasukkan ke dalam dakwaan karena masuk dalam gratifikasi yang diatur dalam UU tindak pidana korupsi.

“Bisa, karena kualifikasinya gratifikasi,” ujarnya.

Dia mengaku saat ini KPK sedang fokus soal penyuapannya yang sesuai dengan surat perintah penyidikan (Sprindik).

“Sekarang konsentrasinya di penyuapan,” kata Bambang.

Sebelumnya, pengacara Toto,Johnson Siregar, mengatakan, saat kliennya dikonfrontasi dengan Setyabudi di hadapan penyidik KPK, terungkap soal permintaan layanan seksual setiap pekan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung tersebut.

Johnson mengatakan, Toto membeberkan di hadapan penyidik bahwa Setyabudi tak hanya meminta uang, tetapi juga layanan seksual. ”Setiap Jumat mintanya,” ujar Johnson.

Penulis: Leonard Al Cahyoputra
Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help