A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Stasiun Baru di Telaga Murni - Wartakota
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Wartakota

Stasiun Baru di Telaga Murni

Rabu, 20 Februari 2013 17:28 WIB

Bekasi, Wartakotalive.com

Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan PT Kereta Api Indonesia bekerja sama untuk membangun stasiun kereta di Desa Telaga Murni, Bekasi.

Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk menciptakan stasiun kereta api lintas Jakarta-Cikampek yang terletak di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang. Stasiun itu akan terintegrasi dengan rencana pengembangan perkeretaapian nasional dan pengembangan wilayah.

Selain itu, rencana pembangunan stasiun kereta api itu merupakan prakarsa dari Pemerintah Kabupaten Bekasi yang pembangunannya akan melibatkan peran serta swasta, yakni pengembang kawasan pemukiman di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Proyek ini diharapkan mampu bersinergi dengan pengembangan kawasan di Kabupaten Bekasi," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan, Selasa (19/2), seperti dikutip Antara.

Tundjung mengatakan, pembangunan stasiun kereta api di Desa Telaga Murni akan diarahkan pada pengembangan kawasan yang berorientasi pada angkutan umum.

Pemerintah, saat ini juga sedang melaksanakan pembangunan double track (jalur ganda) antara Stasiun Manggarai-Stasiun Cikarang. Jalur ganda itu untuk meningkatkan kapasitas melalui pemisahan lalu lintas kereta api antarkota dan kereta api perkotaan Jabodetabek.

Hal tersebut juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mengamanahkan agar penyelenggaraan perkeretaapian dilaksanakan secara multioperator dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemerintah daerah, masyarakat maupun pihak swasta untuk turut berpartisipasi.

"Untuk itu kami mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa memanfaatkan peluang ini," kata Tundjung.

Tundjung mengatakan, kesepakatan bersama itu merupakan keinginan dan kesungguhan dari Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan masyarakat Kabupaten Bekasi yang turut berpartisispasi dalam pengembangan perkeretaapian.

Nama pahlawan

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan pahlawan nasional asal Bekasi, KH Noer Alie, dijadikan nama jembatan layang di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Menurut Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, usulan nama tersebut akan didiskusikan dulu dengan sejumlah tokoh masyarakat Bekasi.

Menurut Rahmat, jembatan yang dibangun oleh pengembang PT Summarecon itu diproyeksikan beroperasi bertepatan dengan ulang tahun ke-16 Kota Bekasi pada 10 Maret 2013.

Pembangunan jalan layang ini untuk menghubungkan Kecamatan Bekasi Selatan menuju Bekasi Utara. Jalan layang ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar jembatan itu. "Saya berharap Maret sudah bisa beroperasi," kata Rahmat. (chi/ang)

Editor: Andy Pribadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Privacy Policy
Atas