• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Wartakota

Warsito Ciptakan Rompi dan Celana Anti Kanker

Kamis, 14 Februari 2013 11:30 WIB

Palmerah, Wartakotalive.com

Berawal dari rasa iba atas penderitaan sang kakak yang dirongrong kanker stadium 4, Warsito menciptakan rompi, topi dan celana anti kanker. Bahannya mengandung kumparan logam yang bisa menghantar listrik pembunuh sel kanker.

Mendengar kata kanker, tentunya semua orang takut mendengarnya. Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan dan pembelahan sel yang abnormal, terus-menerus dan mampu menghancurkan jaringan tubuh. Sampai sekarang belum ada obatnya. Itu sebabnya setiap orang yang divonis menderita kanker selalu nyaris pesimistis untuk sembuh.

Namun kini ada sedikit harapan baru. Harapan untuk penderita kanker ini muncul berkat tangan dingin Dr Warsito Purwo Taruno. Pakar tomografi atau ilmuwan yang mempelajari reaksi dalam reaktor baja atau bejana yang tembus cahaya itu, menciptakan sebuah rompi khusus yang bila dipakai secara teratur efektif membunuh sel-sel kanker payudara.

Rompi buatan Warsito berisi lempengan logam yang mampu mengkoneksi listrik dari baterai. Alat ini mampu untuk menciptakan teknologi bemama Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT). ECCT ini merupakan aliran elektro listrik berdaya kecil yang terpusat pada titik tertentu dalam saraf yang terjangkit kanker.

Jika rompi ini dipakai, maka alat ini memiliki fungsi mengalirkan listrik statis sebesar 3 volt ke dalam lempengan logam di dalam rompi anti kanker ini. Listrik yang mengalir dari baterai khusus yang berada dalam alat ini, kemudian akan mematikan benang-benang yang terbentuk saat pemisahan inti sel kanker. Sel kanker pun akhirnya dapat ditekan perkembangbiakannya.

Warsito mengakui, rompi buatannya itu terilhami dari penderitaan kakak perempuannya yang divonis menderita kanker payudara stadium IV. Ini sebabnya rompi tersebut langsung dicobakannya kepada sang kakak tercinta. Alhasil, berkat rompi tersebut perlahan-lahan penyakit sang kakak bisa disembuhkan.

Sukses dengan rompi anti kanker payudara tersebut, membuat Warsito berinovasi membuat topi dan celana antikanker. Warsito yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) mengaku bahwa topi antikanker ciptaannya telah memberikan banyak manfaat bagi pasien penderita kanker.

“Reaksi positif sudah kami peroleh dalam beberapa hari pemakaian. Pasien sudah bisa tersenyum dan sepekan kemudian sudah bisa menerima asupan makanan dan minuman dari mulutnya. Kondisi semakin membaik dalam waktu sebulan karena ia sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Dan puncaknya, dua bulan setelah terapi, pasien dinyatakan sembuh total dari kanker otaknya,” ungkapnya.

Waskito menyatakan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi telah merevolusi pengobatan kanker secara medis sekaligus meminimalisir biaya penjalanan kemoterapi yang sangat mahal. Bayangkan untuk biaya penyembuhan dokter bisa memakan biaya belasan sampai puluhan juta. Sedangkan dengan alat ini cukup mengeluarkan uang hanya sekitar Rp3 juta saja.

Keberhasilan pengobatan dengan menggunakan sistem ECCT ini tidak hanya dikenal di Nusantara saja. Bahkan sudah lama terbukti di India, Singapura dan Malaysia. Ini sebabnya, rompi ciptaan Waskito tersebut termasuk yang mulai direkomendasikan sebagai cara pengobatan kanker oleh para dokter di negara tersebut.

Ini sebabnya sekarang di kantor Warsito kini tak hanya ramai dengan aktivitas penelitian tomografi, tapi juga kunjungan penderita kanker dari berbagai Nusantara. Bahkan diantara penderita ada yang datang langsung dari India, Singapura dan Malaysia. “Kami sampai kewalahan memenuhi permintaan pasien,” ujarnya setengah berpromosi.

Source : Forum Keadilan, N0.41, 17 Februari 2013

Editor: Catur Waskito Edy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Privacy Policy
Atas