Minuman Sehat dari Tempe
Profesor dari Malang ini berencana memproduksi minuman kesehatan dengan bahan dasar, seperti kulit melinjo, kulit semangka, dan tempe. Seperti apa ya?
TEMPE, selama ini hanya dikenal sebagai lauk goreng nan lezat. Tetapi di tangan Prof Dr Subandi MSi, tempe juga bisa diolah menjadi minuman kesehatan.
Subandi yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (3/1/2013) berencana memproduksi minuman kesehatan dengan bahan dasar, seperti kulit melinjo, kulit semangka, terutama tempe.
Berdasarkan penelitian berjudul "Menggali Potensi Sumber Daya Hayati Lokal Melalui Kajian Biokimia," kata Subandi banyak sekali manfaat produk lokal itu, terutama tempe, yang belum banyak diketahui masyarakat.
Subandi menemukan dalam proses pembuatan tempe menghasilkan enzim-enzim yang sebelumnya tidak ada pada kedelai. Enzim-enzim yang diproduksi selama pembuatan tempe seperti vitamin B12 yang berfungsi sebagai sintesis butir darah.
Tempe merupakan satu-satunya bahan pangan nabati yang menghasilkan vitamin B12. Selain sumber vitamin B12, tempe juga mengandung antioksidan dan isoflaovon genestian yang mampu membuat seseorang awet muda. "Tempe juga berfungsi untuk menurunkan kadar lemak darah," kata Subandi.
Tidak hanya itu, limbah tempe yang berbentuk cairan juga berfungsi sebagai pembasmi larva atau jentik-jentik nyamuk demam berdarah. "Padahal, air bekas cucian atau rendaman tempe itu bermanfaat. Tetapi tidak banyak yang mengetahuinya," ujar wakil Dekan 1 FMIPA itu.
Selain tempe, Subandi juga meneliti manfaat kulit semangka yang berfungsi untuk mengurangi dan mencegah kegemukan (obesitas). Sebab, kulit semangka mampu menghambat enzim lipase dan amilase, penyebab obesitas itu. "Rebusan air labu juga bisa menghambat enzim lipase," tambahnya. Mentimun dan terong juga diyakini mampu menurunkan kadar lemak darah.
Satu lagi jenis sumber daya hayati lokal yang bermanfaat bagi tubuh manusia, yaitu kulit melinjo. Berdasarkan penelitiannya, kulit melinjo menghasilkan ekstrak anti asam urat.
Usai melakukan penelitian tersebut, Subandi berencana memproduksi minuman kesehatan dari ekstrak tanaman dari bahan-bahan yang ia teliti tersebut. "Masih persiapan, tentunya saya akan menggandeng produsen untuk memproduksi minuman kesehatan," tukas suami Suaidah.
Selain Prof Subandi, Rektor UM Prof Suparno juga mengukuhkan prof Dr Arif Hidayat MSi. Prof Arif meneliti tentang "Model Fotosensitivitas Serat Optik Germanium Silikat Kaitanya dengan Stabilitas Termal Bragg Grating".
Maksud penelitian Arif yaitu mengemukakan mekanisme terjadinya bragg grating di dalam serat optik dan parameter-parameter yang mempengaruhi stabilitas-stabilitas jangka panjang. Bragg grating adalah kisi difragma optik. (Surya Online/Siti Yuliana)