Satu Gelar dari Wisnu Yuli

Ketika sejumlah pebulutangkis senior Indonesia tersingkir di kejuaraan China Open Superseries Premier 2012, pebulutangkis muda Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo masih bisa menyumbangkan satu gelar untuk Indonesia.

Palmerah, Wartakotalive.com

Ketika sejumlah pebulutangkis senior Indonesia tersingkir di kejuaraan China Open Superseries Premier 2012, pebulutangkis muda Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo masih bisa menyumbangkan satu gelar untuk Indonesia. Wisnu yang berlaga di kejuaraan Malaysia International Challenge 2012.

Di laga final yang digelar Minggu (18/11) di Unimas Stadium, Kuching, Malaysia, Wisnu mampu menjadi juara setelah mengalahkan pemain tunggal unggulan pertama dari Malaysia, Muhammad Hafiz Hashim 3-21, 21-18, 21- 16.

Wisnu sebenarnya bukan satu-satunya pemain Indonesia yang lolos ke final Malaysia International Challenge, pasangan ganda campuran Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika dan pasangan ganda putri Ririn Amelia/Melvira Oklamona juga lolos ke final, tapi di laga pamungkas tersebut kedua pasangan tersebut ditaklukkan lawan-lawan mereka.

Lukhi/Annisa yang menjadi unggulan ketiga dikalahkan ganda unggulan ketujuh dari Malaysia, Jian Gung Ong/Khe Wei Woon 21-11, 21-14. Sedangkan Ririn/Melvira dikalahkan pasangan unggulan pertama juga dari Malaysia, Mei Kwan Chow/Meng Yean Lee 21-13, 23-21.

Sementara itu Wisnu yang mampu meraih gelar juara, tampil sangat buruk di set pertama. Dia hanya mampu mendapatkan tiga poin di pertandingan tersebut. Sementara lawannya mampu meraih sembilan poin dari smas yang dilesatkannya ditambah enam poin dari permainan net dan enam poin dari kesalahan permainan Wisnu.

Namun kalah telak di set pertama tidak menyurutkan semangat Wisnu. Dia membalasnya di set kedua. Meski sempat tertinggal cukup jauh di posisi 3- 12, Wisnu akhirnya mampu menyamakan kedudukan di posisi 17-17 setelah bisa menambak 10 poin dari permainan net dan delapan poin dari smash. Selanjutnya perebutan poin kritis berjalan ketat hingga posisi 19-19. Namun selanjutnya Wisnu bisa mengamankan dua poin terakhir dan memaksa pemain unggulan pertama dari Malaysia tersebut bermain rubber set.

Di set penentuan, Wisnu mulai mendominasi dalam perolehan poin. Setelah menyamakan kedudukan di poin 3-3 Wisnu kemudian membalikkan keadaan dan unggul 10-3. Wisnu terus memimpin perebutan poin dan tidak terkejar lawannya hingga dia menutup pertandingan di poin 21-18.

Sementara di kejuaraan China Open Superseries Premier, China mendominasi perolehan gelar juara. Dari lima nomor yang dipertandingkan, China meraih empat gelar juara. Sementara satu-satunya harapan Indonesia, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, sudah tersingkir di pertandingan babak semifinal dan dikalahkan oleh pasangan ganda Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh 21-19, 21-14.

Di Jakarta, pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, tidak mematok target di Hongkong Open Superseries 2012, kejuaraan internasional pertama yang mereka ikuti setelah menjalani masa hukuman selama tiga bulan lantaran didiskualifikasi di pertandingan Olimpiade London beberapa waktu yang lalu.

Absen dari pertandingan selama beberapa bulan tentunya mempengaruhi performa mereka di lapangan dan hal itulah yang diwaspadai oleh Greysia/Meiliana saat ini. Mereka harus menyesuaikan diri kembali dengan atmosfir pertandingan dan kembali melihat perkembangan lawan-lawan mereka di sejumlah trunamen terakhir.

"Pasti berpengaruh, karena atmosfer pertandingan dan latihan itu beda. Belum lagi soal lawan, dalam tiga bulan ini kami tidak terlalu mengikuti perkembangan mereka karena absen tanding," ujar Meiliana seperti dikutip situs resmi PBSI. (mur)

Editor: Catur Waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved